Balinetizen.com,Denpasar-
Suasana baru terjadi di gedung DPRD Provinsi Bali, Jumat (13/3). Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di gedung rakyat tersebut, peserta rapat paripurna yang digelar di ruang rapat utama DPRD Bali harus melalui cek suhu badan dan cuci handsanitizer.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wirtama, serta anggota DPRD Bali harus menjalani cek suhu badan menggunakan infrared thermometer. Demikian juga para tamu undangan yang mengikuti rapat paripurna. Mereka juga mencuci tangan dengan handsanitizer.
Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, mengapresiasi yang sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19. DPRD Bali mendukung Satgas tersebut. Salah satu bentuk dukungan DPRD Bali dalam penanggulangan covid-19 yakni dengan mengharuskan cuci tangan, cek suhu badan ketika masuk ruang rapat paripurna. “Mudah-mudahan ini bisa kita tularkan ke masyarakat luas juga. Tidak hanya di gedung DPRD saja,” kata mantan Bupati Tabanan dua periode ini.
Ia berharap, anggota DPRD Bali juga memberitahu konstituennya, bagaimana cara menjaga dan mematuhi tata cara menjaga kesehatan tersebut. “Yang penting satu, tidak boleh panik dan kita harus tenang. Pemerintah kan sudah membuat langkah-langkah. Apakah bentuknya satgas apa pun kalau memang itu membutuhkan dana darurat kita akan geser dari dana yang lain,” jelasnya.
Sementara ditanya soal ada usulan dari anggota DPR RI untuk menutup Bali dari wisatawan, Adi Wiryatama menyatakan itu harus dibicarakan. Tidak bisa serta merta menutup. Sebab, harus dilihat sejauhmana efektivitasnya kalau ditutup. Bali merupakan daerah wisata, daerah yang terbukan
“Kita masih kaji ini dengan Pak Gubernur,” tandasnya. (yum)

