Mayat Mengambang di Perairan Pengambengan Ternyata Warga Banyuwangi

0
242

 

Balinetizen.com, Jembrana

 

Tim Identifikasi melibatkan Inafis dan Sidokkes Polres Jembrana serta tenaga medis RSU Negara berhasil menguak identitas mayat mengambang di perairan Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Melalui pemeriksaan ante mortem dan post mortem, termasuk pencocokan ciri fisik, data gigi serta keterangan dari pihak keluarga, mayat diketahui bernama Alapi Hariyono (63), warga Dusun Kumbo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Korban yang sehari-hari sebagai buruh tani sebelumnya pada Kamis (8/1/2026) dilaporkan hilang terseret arus sungai di wilayah Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Setelah proses identifikasi dan administrasi selesai, Senin (12/1/2026) jenazah secara resmi diserahkan kepada pihak keluarga korban di RSU Negara disaksikan perangkat Desa Gumirih, Banyuwangi.

Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta menegaskan bahwa kecepatan personel merupakan wujud kesiapsiagaan Polri dalam merespons setiap laporan masyarakat, khususnya yang menyangkut aspek kemanusiaan.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel kami langsung bergerak menuju lokasi menggunakan kapal patroli dan melakukan evakuasi secara cepat dan terukur. Ini merupakan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya menerima informasi dari seorang nelayan, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 18.42 Wita. Dan setelah riba di pesisir Pantai Pengambengan, mayat langsung dibawa ke RSU Negara untuk dilakukan pemeriksaan medis dan proses identifikasi lebih lanjut.

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati melalui Kasi Humas Ipda I Putu Budi Arnaya menambahkan, Polres Jembrana akan terus menangani setiap peristiwa secara profesional, humanis, dan mengedepankan kecepatan serta ketepatan tindakan di lapangan.

“Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat melapor. Sinergi antara Polri dan masyarakat sangat penting dalam penanganan kejadian darurat,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Bangli Terima Kunjungan Menteri PPPA di Pasraman Gurukula

Polres Jembrana mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian mencurigakan atau peristiwa darurat dengan menghubungi layanan darurat Polri 110.

Diberitakan sebelumnya sesosok mayat ditemukan tertelungkup mengambang di perairan Pengambengan, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Mayat berjenis kelami laki-laki ditemukan oleh Nur Samhaji (32), nelayan asal Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Ia saat itu bersama tiga rekannya tengah berangkat melaut (mancing).

Temuan tersebut kemudian ia beritahukan kepada Nur Holil, nelayan lainnya yang sedang melintas di TKP. Oleh Nur Holil kemudian dilaporkan ke petugas Satpolairud Polres Jembrana.

Saat ditemukan mayat hanya mengenakan baju kaos lengan panjang tanpa celana dan tidak ditemukan identitas. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here