Balinetizen.com, Badung
Warga dan petugas Balawista Pantai Kuta digegerkan dengan adanya laporan penemuan mayat yang mengapung di perairan Pantai Kuta, tepatnya di sebelah barat batu pemecah gelombang depan Patung Baruna, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (17/6/2026) pagi.
Informasi tersebut pertama kali diterima sekitar pukul 07.45 Wita. Laporan menyebutkan adanya sosok mayat mengapung di sekitar area batu pemecah gelombang Pantai Kuta.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa laporan awal diterima oleh petugas Balawista yang sedang bertugas di kawasan Pantai Kuta.
“Petugas menerima informasi dari dua orang pria yang melihat adanya sosok yang diduga mayat mengapung di dekat batu pemecah gelombang,” jelasnya, Kamis (18/6).
Menindaklanjuti laporan tersebut, saksi Andreas Budiman (34) yang merupakan anggota Balawista segera mengarahkan mobil ambulans ke sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, rekannya, Mogik Byantara, menggunakan jet ski untuk melakukan penyisiran di area laut sekitar titik yang dilaporkan.
Pencarian dilakukan ke arah selatan, utara, hingga barat lokasi awal penampakan. Namun setelah kurang lebih satu jam tiga puluh menit penyisiran, sosok yang diduga korban belum berhasil ditemukan. Kondisi air laut yang sedang pasang diduga menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian.
Dalam upaya pencarian tersebut, petugas Balawista lainnya, Yoyok Wahyudi (59), menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban di atas batu pemecah gelombang. Barang-barang tersebut berupa sepasang sandal slop warna cokelat, sebuah kacamata, topi warna hitam, serta jas hujan plastik berwarna biru.
Seluruh barang temuan kemudian diamankan dan dibawa ke Pos Polisi Air dan Udara (Polairud) Kuta untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini identitas korban masih belum diketahui. Sat Polairud Polresta Denpasar bersama Balawista Kuta terus melakukan pencarian serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu, petugas juga melakukan pendataan dan penelusuran rekaman CCTV di sekitar Pantai Kuta yang mengarah ke area batu pemecah gelombang guna mencari petunjuk terkait keberadaan korban.
“Tim masih melakukan pencarian dan penyelidikan. Sampai saat ini korban atau mayat yang dilaporkan mengapung belum ditemukan,” ujar Kasi Humas.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait temuan barang-barang tersebut agar segera menghubungi pihak berwenang untuk membantu proses identifikasi.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

