Melihat Wajah Baru The Meru Sanur Melalui Lensa Sejarah dalam Pameran “Reviving the Legacy”

0
780

Balinetizen.com, Sanur-

Hotel legendaris pertama di Bali yang digagas Presiden Soekarno, Bali Beach Hotel, kini resmi bertransformasi menjadi The Meru Sanur. Peresmian ini ditandai dengan peluncuran buku “Tropical Indulgence: The Meru Sanur and Bali Beach Hotel” serta pameran arsitektur bertajuk “Reviving the Legacy” pada Selasa (23/12/2025) di The Meru Sanur.

General Manager The Meru Sanur, Ed Brea, dalam sambutanya menyatakan bahwa seluruh unit kamar kini telah rampung dan siap beroperasi penuh. Ia menegaskan bahwa revitalisasi ini adalah upaya mengembalikan properti ikonik tersebut ke peta perhotelan dunia. “Seluruh kamar telah rampung. Ini adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan, namun kami berhasil menghidupkannya kembali. Ini bukan hanya membangun kembali properti bintang lima, tetapi menghidupkan kembali cerita dan makna sejarah bagi Bali dan Indonesia,” ujar Ed Brea.

Arsitek Maria Rosantina, dari firma Yolodi + Maria Architects yang menangani proyek ini sejak 2022, menjelaskan bahwa desain baru ini merupakan satu kesatuan harmonis yang tetap menjaga struktur bangunan asli. “Kami memposisikan arsitektur sebagai medium untuk merekam memori dan sejarah. Ini adalah dialog lintas waktu; kami menghidupkan kembali jiwa warisan arsitektur modern Bali Beach Hotel sembari merespons kebutuhan di abad ke-21,” jelas Maria.

Ia juga menambahkan bahwa alam tropis Sanur diintegrasikan secara total ke dalam bangunan. “Alam bukan sekadar latar, melainkan bagian integral di mana iklim, ruang, dan manusia saling terhubung sebagai bentuk kemewahan yang paling dasar,” tambahnya.

Dalam proyek ini bukan sekadar bernostalgia dengan masa lalu, tapi merupakan cara bertanggung jawab dalam menjaga warisan sejarah. Hal ini dibahas dalam diskusi peluncuran buku oleh Prof. Johannes Widodo bersama arsitek Supie Yolodi dan Maria Rosantina, dengan David Hutama sebagai moderator.

Baca Juga :  Update Penanggulangan Covid-19, Sabtu, 13 Februari 2021

Prof. Johannes Widodo menjelaskan pelestarian arsitektur Bali tidak semata berorientasi pada masa lalu, melainkan berpijak pada keberlanjutan masa depan. Arsitektur dan aturan tradisional Bali bukan tentang melestarikan masa lalu, melainkan membentuk masa depan berlandaskan etika lingkungan.“Strategi ini mencakup pengurangan penggunaan energi, pemanfaatan ventilasi alami, perawatan patung dan elemen tradisional, serta regenerasi keterampilan pengrajin lokal untuk menjaga kelangsungan tradisi Bali,” jelas Prof. Johannes.

Acara peluncuran digelar secara unik di depan mural batu bersejarah karya Harijadi Soemadidjaja, seniman pilihan Bung Karno. Pameran tersebut membedah dua fase penting: Reading Bali Beach yang menyajikan sejarah panjang hotel, dan Creation of The Meru Sanur yang memperlihatkan transformasi kawasan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan.

Melalui integrasi nilai sejarah dan fasilitas modern ini, The Meru Sanur kini siap memposisikan diri sebagai wajah baru pariwisata medis dan kebugaran kelas dunia di Pulau Dewata tanpa meninggalkan identitas aslinya.

BN-RADHA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here