Mendag Ungkap butuh Waktu Sebulan Harga Ayam Telur Turun

0
239
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat ditemui usai membuka Festival Pantai Jerman Jilid 2 yang bertajuk Bhineka Culture, Jumat (23/6/2023).

 

 

Balinetizen.com, Badung –

 

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, terkait mahalnya sejumlah bahan makanan pokok seperti ayam dan telur diprediksi akan kembali normal dalam jangka waktu sebulan.

Sebagaimana diketahui dua bahan pokok tersebut harganya melambung pasca lebaran Idul Fitri 2023.

“Telur juga begitu harusnya 28-27-29, 25 jadi penguasa telur rugi karena rugi kan kasi makan tuh jadi induknya dipotong dijual tuh dipotong sekarang jadi indukan lagi perlu waktu kira – kira sebulan mudah-mudahan sudah ketemu stabil harga yang ditentukan,” kata Zulkifli Hasan ditemui usai membuka Festival Pantai Jerman Jilid 2 yang bertajuk Bhineka Culture, Jumat (23/6/2023).

Ia menjelaskan, kondisi saat ini sudah cenderung turun dibandingkan minggu lalu. Seperti harga telur yang saat ini mahal. Hal ini disebabkan para penjual telur yang mengaku merugi akibat harga telur disaat lebaran yang murah.

Begitu pula harga ayam dimana katanya harga ayam di Pulau Jawa saat ini sudah menurun dibandingkan minggu lalu.

“Turun dibandingkan harga Minggu lalu, Telur dari 32 sekarang sudah 30ribuan, di Jawa, disini saya belum cek tapi kemarin di Buleleng 31, ayam sempat 46 sekarang sudah 40an kan jadi dibanding Minggu lalu turun tapi belum sesuai yang diharapkan karena memang perlu waktu,” ungkap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Dijelaskannya, tingginya harga ayam disebabkan harga ayam yang murah disaat lebaran dimana harganya katanya sempat tembus 32 ribu.

“Ya karena kemarin sampai lebaran harga murah harusnya ayam itu 37-38. Kemarin lebaran 32 jadi orang cutting. Kalau gak kan rugi makanannya kan mahal ya, jadi di-cutting dipecahin tuh jadi sekarang dampaknya sekarang ayam nya jadi kurang jadi perlu waktu,” tandasnya.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid 19, Pemkot Denpasar Sasar Pengemudi Ojol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here