Menderita Kanker Getah Bening, WNA Ditemukan Telah Menjadi Mayat

0
470
Pada hari Jumat tanggal 27 Maret 2020 pukul 17.30 Wita di penginapan Pondok mawar di Br. Mas Desa Sayan, Kecamatan Ubud telah ditemukan seseorang warga Negara Asing berkebangsaan Nederlandse dalam keadaan meninggal dunia.

Balinetizen.com, Gianyar-

 

Pada hari Jumat tanggal 27 Maret 2020 pukul 17.30 Wita di penginapan Pondok mawar di Br. Mas Desa Sayan, Kecamatan Ubud telah ditemukan seseorang warga Negara Asing berkebangsaan Nederlandse dalam keadaan meninggal dunia.

Identitas korban bernama Samantha, Tempat tanggal lahir NEW YORK 29 JULI 1954 ( 56 TH ), NO Pasport BWB5RKFFO, Alamat tetap  Nederlandse, Alamat sementara pondok mawar BR. Mas Desa Sayan Kec. Ubud Kab. Gianyar.

Adapun kronologis sebagai berikut. Pada hari Senin tanggal 23 Maret 2020 sekira pukul 15.00 Wita Saksi Ni Nyoman Suwendri,  yang merupakan pembatu korban datang ke Pondok Mawar yang ditinggali korban untuk  membersihkan kamar korban serta membantu korban untuk membuatkan makanan.

Karena kawatir melihat kondisi korban sudah lemas serta firasat jelek, saksi Ni Nyoman Suwendri,  menawarkan diri untuk menginap karena  saksi mengetahuai bahwa korban  memiliki riwayat penyakit kanker getah bening yang diderita oleh korban kurang lebih selama 5 tahun. Namun korban menolak dan tidak mengijinkan saksi untuk mendampingi atau menginap dengan alasan korban merasa tidak apa”.

Karena terbentur kesibukan hari Raya Nyepi saksi Ni Nyoman Suwendri, tidak bisa menjenguk korban di penginapan Pondok mawar.

Pada hari Jumat tanggal 27 Maret 2020 sekira pukul 16.30 Wita saksi datang ke pondok mawar yang ditempati korban bertujuan untuk bersih-bersih. Namun, setelah sampai di pondok mawar saksi tidak melihat korban dan pintu kamar korban dalam keadaan tertutup dan terkunci.

Melihat pintu kamar korban terkunci dan mencium bau busuk selanjutnya saksi menghubungi saksi I Made Darta dan Ni Made Warni untuk membantu membuka dengan membuka paksa menggunakan Linggis yang kebetulan saksi 2 dan 3 adalah pemilik dari penginapan yang ditempati korban.

Baca Juga :  Terungkap! Pelaku Penganiayaan di Batu Belig Bersembunyi di Malang

Setelah pintu dibuka paksa dengan menggunakan linggis dilihat korban dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi korban kaku dan sudah membiru dan membengkak serta mengeluarkan bau busuk.

Dengan adanya kejadian tersebut dari pihak pemilik penginapan langsung menghubungi Polsek Ubud, dan selanjutnya piket fungsi mendatangi TKP.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh team medis Puskesmas Ubud II Dr. I Gusti Ngurah Adnyana menyatakan Korban meninggal lebih dari 4 hari. Tidak adanya tanda tanda kekerasan yang dialami korban.

Kondisi korban sudah dalam keadaan kaku, dan membusuk serta mengeluarkan darah disekitar kasur. Dikamar korban ditemukan obat-obatan dan tabung/alat pembantu pernapasan ( oksigen ).

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh team medis dari pihak PMI dan team Satgas Covid-19 Kab. Gianyar serta dilaksanakan koordinasi  maka jenasah korban di kirim  menuju Rumah Sakit Sanglah.

Menurut keterangan pelapor bahwa perlu adanya penyelidikan agar lebih memastikan terkait meninggalnya korban serta berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk pemulanggan jenasah korban ke negara asalnya.

 

Editor : SUT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here