Balinetizen.com, Jembrana
Jenasah I Putu Darmayasa, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana, Bali yang meninggal dunia karena sakit akhirnya tiba di rumah duka. Kepergian pria berusia 52 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, terlebih almarhum sudah cukup lama bekerja di luar negeri.
Kabid Penempatan, Pelatihan Produktivitas, dan Transmigrasi (P3T) pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerperin) Jembrana, I Putu Agus Arimbawa menyampaikan, bhawa jenazah almarhum I Putu Darmayasa sejatinya sudah tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 23.30 WITA kemarin.
“Karena sudah larut malam pihak keluarga sepakat untuk melakukan penjemputan hari ini. Tadi pagi kita bersama keluarga almarhum melakukan penjemputan ke Bandara Ngurah Rai,” jelas Agus Arimbawa, Rabu (16/9/2026).
Dengan pendampingan dari Dinas Nakerperin, setiba di Bandara Ngurah Rai pihak keluarga melakukan pengurusan proses administrasi dan penandatanganan serah terima dokumen jenazah dan proses tersebut selesai sekitar pukul 09.49 WITA.
Setelah selesai, selanjutnya sekitar pukul 09.58 WITA, dengan menggunakan ambulance jenasah kemudian dibawa rumah duka di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. “Tiba di rumah duka sekitar pukul 12.18. Jenasah,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Nakerperin menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. “Informasi dari pihak keluarga, upacara pengabenan almarhum akan dilaksanakan pada tanggal 24 September 2026 mendatang,” tandasnya
Masih kata Agus Arimbawa, dari informasi yang diterima almarhum I Putu Darmayasa meninggal dunia di Seychelles, sebuah negara kepulauan di Afrika Bagian Timur.
Sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan almarhum memburuk drastis akibat serangan stroke mendadak. Seluruh biaya pengobatan hingga rencana pemulangan jenazah dipastikan telah ditanggung oleh pihak perusahaan tempat almarhum bekerja.
“Selama di luar negeri, almarhum diinformasikan bekerja sebagai tenaga pasang rumah kayu knock down, sekaligus merangkap sopir. Almarhum diketahui sudah bekerja disana sejak tahun 2019 lalu,” ungkapnya. (Komang Tole)

