Misteri Kematian Pengusaha Australia di Denpasar Terungkap: Hasil Otopsi Pastikan Murni Bunuh Diri

0
39

Balinetizen.com, Denpasar

Kantor Imigrasi Ngurah Rai menegaskan bahwa fasilitas ruang tahanan khusus deteni bagi Warga Negara Asing (WNA) telah dibangun sesuai dengan standar keamanan dan aturan yang berlaku. Langkah antisipasi ketat telah diterapkan untuk meminimalkan segala potensi bahaya di dalam ruang tahanan.

​Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, saatrilis kasus kematian seorang WNA asal Australia berinisial CJMH (39).

Korban diketahui berprofesi sebagai pengusaha bengkel di Jimbaran. Korban ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri dengan lilitan leher di toilet Ruang Deteni Imigrasi Ngurah Rai pada Jumat 10 Juli 2026 lalu sekira pukul 20.00 Wita.

​Menurut Bugie Kurniawan, desain ruang tahanan dirancang sedemrupaikian guna menghilangkan fasilitas yang bisa disalahgunakan untuk tindakan membahayakan diri sendiri.

​Tanpa Teralis Gantung: Ruangan dibuat bersih dari struktur teralis atau celah yang bisa digunakan untuk menggantung diri.

​Pengawasan CCTV Kontinu: Seluruh sudut ruangan dipantau kamera pengawas, kecuali area kamar mandi demi menghormati privasi tahanan.

​Pengecekan Berkala: Petugas imigrasi melakukan kontrol rutin untuk memastikan kondisi deteni.

​”Kami berupaya menghilangkan segala potensi yang bisa digunakan oleh seseorang (untuk bunuh diri). Ruangan juga dibuat agar bisa dikontrol penuh oleh petugas tanpa ada blind spot yang tidak terdeteksi,” ujar Bugie Kurniawan dalam pers rilis di Mapolresta Denpasar, Kamis (16/7).

​Berkat sistem keamanan ini, petugas sempat mendeteksi gerak-gerik mencurigakan dan langsung mengirim personel untuk mengecek ke dalam ruangan saat korban mencoba melakukan aksi tersebut.

​Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo David Simatupang, menegaskan bahwa berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak ditemukan tanda-taran kekerasan ataupun keterlibatan pihak luar.

Baca Juga :  Lomba Satkamling Tingkat Polda Bali, Banjar Delod Pempatan Dinilai

​Rekaman CCTV menunjukkan korban berada di dalam toilet ruang deteni selama 30 menit tanpa ada orang lain yang keluar atau masuk ke area tersebut.

​”Tidak ada orang keluar masuk, tidak ada unsur kelalaian. Kami sudah melakukan otopsi dan hasilnya menunjukkan yang bersangkutan benar murni bunuh diri,” tegas Kapolresta Denpasar.

​Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, dr. Ida Bagus Putu Alit, Sp.FM., Subsp.F.K.(K), DFM, memberikan penjelasan rinci mengenai hasil otopsi korban yang diterima pada tanggal 13 Juli 2026.

​1. Pemeriksaan Luar (Pukul 21.10 WITA):

​Tidak ditemukan luka-luka fatal.

​Terdapat luka memar dan lecet di area pergelangan tangan serta punggung tangan.

​Tidak ada tanda kasat mata di bagian leher pada pemeriksaan awal.

​2. Pemeriksaan Otopsi Dalam (Pukul 21.25 WITA):

Melalui prosedur khusus pembersihan darah di area leher, tim forensik menemukan adanya resapan darah pada kulit leher serta kelenjar gondok yang mengindikasikan adanya bekas jeratan.

​Penyebab Penekanan: Diduga kuat berasal dari benda yang lembut seperti kain. Penekanan ini memanfaatkan berat kepala minimal 2,5 kg yang memicu pembendungan pembuluh darah balik.

​Kondisi Otak: Ditemukan perdarahan di ruang subaraknoid (di bawah selaput lunak otak) yang memicu kematian dan tanda-tanda mati lemas (asfiksia).

​Komorbiditas (Penyakit Bawaan): Korban diketahui memiliki kelainan jantung, di mana ukuran jantungnya lebih besar dari normal serta ditemukan pengerasan pada pembuluh darah.

​”Penyebab kematian yang dapat dipertimbangkan adalah adanya penekanan pada leher yang menyebabkan perdarahan di bawah selaput lunak otak dan mati lemas, yang dipicu kematiannya oleh kelainan jantung yang ada,” terang dr. IB Putu Alit. Saat ini, sampel organ jantung korban masih menjalani pemeriksaan patologi anatomi lebih lanjut.

Baca Juga :  Eksekutif-Legislatif Kompak, Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Resmi Disepakati

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here