Musik Etnik Bertemu Tren Masa Kini, Daniel Pattinama Bawa Warna Baru

0
212

 

 

Balinetizen.com, Jakarta

Penyanyi dan penulis lagu Daniel Pattinama kembali menunjukkan evolusi artistiknya melalui singel terbaru bertajuk “Satu Tuju Bersamamu”. Dirilis secara resmi di berbagai platform streaming digital, lagu ini menjadi refleksi mendalam akan pentingnya arah hidup bersama dan persatuan dalam keberagaman.

Lagu ini bukan hanya suguhan musikal, tetapi juga pernyataan visi. Daniel menegaskan bahwa musik bisa menjadi medium penyatuan di tengah krisis identitas generasi saat ini. “Satu tujuan harus diciptakan untuk mencapai kebersamaan dan visi bersama,” ungkap finalis X-Factor 2021 ini.

Proses kreatif lagu ini bermula dari ide sederhana: Daniel ingin menciptakan sesuatu yang berbeda dari tren arus utama. “Saya dari dulu pengen bikin lagu RnB koplo yang dicampur dengan unsur musik daerah. Tapi zaman itu, industri musik masih terlalu ikut-ikutan tren luar negeri. Anak muda banyak yang lupa dengan budaya sendiri,” ujarnya.

Sebagai musisi asal Maluku, Daniel merasa penting untuk mengangkat unsur budaya daerah dalam karyanya. “Sekarang trennya lagi hiphop dangdut, koplo, atau ambien. Saya ingin buat yang beda. Saya campur budaya Maluku dan elemen musik Nusantara. Ini juga bentuk support saya buat keluarga dan asal-usul saya,” lanjutnya.

Namun, perpaduan ini tentu bukan tanpa tantangan. Menciptakan harmoni antara beat kontemporer dengan instrumen tradisional seperti Tifa, Kolintang, dan unsur ambient lokal, butuh proses pencarian yang mendalam. “Kesulitannya lebih ke menemukan musik yang pas. Karena jarang ada yang campur musik ambien dengan musik Nusantara. Makanya saya kerja bareng Hery Alesis untuk aransemen,” jelas Daniel.

Terinspirasi dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Daniel menyebut “Satu Tuju Bersamamu” sebagai doa untuk kesatuan bangsa. “Banyak yang lupa bahwa kita satu. Lagu ini adalah doa agar Indonesia jangan pecah-pecah. Entah di industri, entah di pasangan, semua harus punya tujuan yang sama,” katanya.

Baca Juga :  Dukung Utsawa Gong Kebyar Dewasa Duta Kabupaten Tabanan Pada Pesta Kesenian Bali XLVII 2025

Daniel menyebut, dirinya tidak menargetkan tren pasar saat merilis lagu ini. “Saya belum tahu bagaimana serapan musik seperti ini di pasar. Tapi saya buat ini bukan karena tren. Saya ingin ketika orang dengar lagu ini, mereka tetap semangat dan bersatu,” tuturnya.

Menariknya, Daniel tak pernah merencanakan untuk menjadi penyanyi. “Saya awalnya gak mau jadi penyanyi. Tapi mama selalu dorong saya. Dulu saya jualan, nyanyi di kafe. Lagu-lagu tahun 80-an, Bon Jovi. Dari situ saya belajar banyak genre, karena saya gak pernah kotakin musik,” kenangnya.

Salah satu momen penting dalam perjalanannya adalah saat seorang musisi senior, Bung Nyonyo, memuji suaranya yang mirip Brian McKnight. Dari situ, Daniel mulai memperdalam teknik vokal dan karakter musik RnB yang kini menjadi bagian dari identitasnya.

Secara musikal, “Satu Tuju Bersamamu” menandai keberanian Daniel untuk keluar dari zona nyaman. Lagu ini adalah kombinasi dari RnB koplo, etnik kontemporer, hingga sentuhan hip hop dan ambient, disusun dengan struktur komposisi berlapis, vokal intim, dan aransemen spiritual.

Daniel menegaskan bahwa musik bisa menjadi ruang penyembuhan, refleksi, dan perubahan sosial. “Lagu ini bukan sekadar untuk dinikmati, tapi juga untuk ajakan merenung: ke mana sebenarnya kita berjalan bersama?” pungkasnya.

“Satu Tuju Bersamamu” diproduseri oleh Daniel Pattinama dan Hery Alesis, di bawah label Satu Tuju Musik, dan kini dapat dinikmati di platform seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan Langit Musik. Lagu ini cocok masuk dalam playlist bertema spiritual-pop, kontemplatif, hingga etnik modern. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here