Negeri, “Surga” bagi Para Koruptor

0
155

Ilustrasi

Balinetizen.com, Denpasar

Moral hazard (kerusakan moral) dalam pengelolaan keuangan negara berada di titik nadir. Mau buktinya?

Hal itu dikatakan ekonom, pengamat ekonomi dan kebijakan publik I Gde Sudibya, Sabtu 30 Maret 2024.

Mau bukti, katanya, temuan Kejaksaan Agung tentang skandal dugaan korupsi di sektor pertambangan, senilai Rp.271 T selama tujuh tahun.

Skandal korupsi tersebut terungkap dengan melibatkan sekitar 16 orang (yang sekarang menjadi tersangka), termasuk seorang suami dari selebriti yang begitu terkenal.

Dikatakan, skandal korupsi raksasa,dari sisi jumlah, lebih besar dari korupsi di Kemenkoinfo, yang perkiraan korupsinya sekitar 300 persen dari nilai proyeknya.

Pernyataan humas PPTAK di Kompas TV beberapa waktu yang menyatakan, nilai proyek PSN (Program Strategis Nasional) tahun 2023 senilai sekitar Rp.500 T, diduga dikorupsi oleh sejumlah aparat birokrasi dan politisi sebesar 36,67 persen yang terang-terangan masuk ke rekening mereka.

Menurutnya, publik menduga “pat gulipat” perizinan di sektor pertambangan dengan dana “super jumbo” telah menjadi, dijadikan sumber dana, “sapi perah” cash cow dalam Pilpres dan Pileg yang sarat dengan politik uang.

“Ini, yang merupakan bentuk kasat mata dari politik menghalalkan segala cara -machiavelien-, yang tidak lagi mengenal rasa malu dan rasa bersalah. Perilaku politik brutal, membenarkan adagium: “manusia menjadi srigala ke sesamanya,” kata I Gde Sudibya,ekonom, pengamat ekonomi dan kebijakan publik. (Adi Putra).

Baca Juga :  TOSS Center Mendapatkan Bantuan Dua Buah Mesin Pengayak Kompos 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here