Dikatakan, dari tahun 2019, sejak dilantik menjadi Ketua PKK Ny Putri Koster memaksimalkan program Hatinya PKK di seluruh kabupaten/kota di Bali sampai pada ke pelosok-pelosok desa.
Ny Putri Koster selalu mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumahnya, baik yang memiliki pkarangan sempit maupun luas, untuk menanam beberapa kebutuhan dapur seperti sayur-sayuran, cabai, kunyit, serai dan berbagai macam bumbu dapur.
Terlebih jika yang memiliki pekarangan luas, maka tanaman yang dihasilkan dapat dibagi dengan tetangga sekitar. “Betapa indahnya jika semua masyarakat bisa bergotong royong seperti ini,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya, manfaat lain dari Hatinya pkk adalah tumbuh-tumbuhan yang ditanam bebas dari pestisida atau pengawet, sehingga vitamin yang kota dapatkan sangat baik untuk tubuh.
Untuk itu, Ny Putri Koster mengajak semua masyarakat, dapat memanfaatkan waktu WFH ini untuk mengerjakan apa yang patut dikerjakan, salah satunya adalah menata pekarangan rumah dengan menanami sayur-sayuran atau tanaman obat keluarga atau bumbu-bumbu dapur lainnya. Sehingga ‘work from home (WFH) tidak hanya dihabiskan dengan bermain gadget atau hal-hal tidak penting lainnya, melainkan mengerjakan sesuatu yang bermanfaat untuk keluarga tercinta.
Selain itu, ia juga menyampaikan dalam waktu dekat PKK Provinsi Bali telah menyiapkan 125 ton beras lokal yang akan dibagikan kepada masyarakat, terutama yang sangat-sangat membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan, untuk ketersediaan pangan di Bali sampai Desember 2020 masih sangat mencukupi.
Kecuali memang bawang putih dan bawang merah terjadi kelangkaan karena tidak musim panen, namun Dinas Pertanian dan Ketanahan Pangan telah memiliki bbeerapa solusi untuk tetap menstabilkan bawang merah dan putih di lapangan.
Untuk menjaga kestabilan harga pada masa pandemi Covid-19 ini dan menjelang hari raya Idhul Fitri maka, pihaknya telah membentuk tim satgas ketahanan pangan guna mengontrol pasokan dan harga kebutuhan pokok di lapangan serta menindak apabila ada oknum yang melakukan penimbunan komoditas barang.

