Nyoman Parta Sesalkan Ketidakakuratan Data Soal Harga dan Ketersediaan Jagung

0
259

 

Balinetizen.com, Denpasar

Polemik soal harga dan ketersediaan jagung jika dikorelasikan dengan kondisi di lapangan memang benar-benar terjadi. Hal ini diperkeruh dengan kesimpangsiuran data antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian terkait ketersediaan jagung yang akhirnya memicu harga jagung jadi naik dan stok bisa langka

Hal tersebut dikemukakan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (21/9/2021).

“Menurut Fakta di lapangan memang terjadi kelangkaan jagung sampai-sampai peternak bernama Suroto sampai membentangkan spanduk ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Blitar. Menurut saya data pertanian tidak akurat, harusnya pakai data BPS,” kata Nyoman Parta.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian menyampaikan stok jagung sampai minggu ke-2 bulan September, mengalami surplus 2,37 juta ton. Namun kenyataannya persediaan jagung tidak ada dan itu yang menyebabkan harga naik sampai Rp 6.100 per kilo. Yang lebih miris Mendag sebut jagung diserahkan melalui hukum pasar.

Anggota DPR dari Dapil Bali ini juga mengaku waswas jika kondisi ini tidak segera dibenahi maka akan berefek pada kegoncangan di bawah. Yakni petani dan peternak semakin menjerit.

“Saya khawatir jika kondisi tidak cepat diantisipasi, dan ternyata memang terjadi kelangkaan jagung karena persediaan yang terbatas, sedangkan impor masih butuh waktu, saya khawatir menimbulkan keributan,” tandasnya.

Menurutnya, ketidakjelasan data ini berpotensi menyebabkan rakyat yang rugi, baik peternak, UMKM, maupun konsumen.

“Ego sektoral antara kementerian memang sudah akut, dan ego semacam ini yang menyebabkan rakyat menderita,” pungkasnya. (hd)

Baca Juga :  Ada Potensi DTW, Komisi II DPRD Badung Turun ke Tanjung Benoa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here