Wabup Bagus Alit Sucipta saat menyerahkan bantuan CSR berupa mesin pencacah sampah dan bag komposter kepada masyarakat Desa Adat Sempidi di Wantilan Pura Desa, Desa Adat Sempidi, Jumat (8/5).
Balinetizen.com, Badung
Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa mesin pencacah sampah dan bag komposter kepada masyarakat Desa Adat Sempidi. Penyerahan berlangsung di Wantilan Pura Desa, Desa Adat Sempidi, Jumat (8/5).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Setda Badung Agus Aryawan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Wayan Narayana, Lurah Sempidi IGAK Oka Dewi Pertiwi, Bendesa Adat Sempidi I Gusti Ngurah Martana, Bendesa Adat Kwanji I Nyoman Buda Arka, serta para prajuru dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa Desa Sempidi merupakan wajah dari Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, sehingga Pemerintah Kabupaten Badung memberikan dukungan penuh terhadap komitmen desa dalam menangani permasalahan sampah di wilayahnya.
Wabup juga mengapresiasi langkah Desa Adat Sempidi yang berinisiatif membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R serta menjalin kerja sama dengan pihak Indotek dalam pengolahan sampah. Menurutnya, terobosan tersebut sangat membantu meringankan beban pengolahan di TPST 3R Mengwitani.
Dalam kesempatan itu, Wabup menyerahkan sebanyak 1.781 unit bag komposter yang diperuntukkan bagi seluruh kepala keluarga di Desa Adat Sempidi. Selain itu, diserahkan pula satu unit mesin pencacah sampah bantuan CSR dari PT Anugrah (PT Wings). Mesin tersebut memiliki kapasitas operasional hingga delapan jam per hari, dengan kemampuan mencacah lebih dari satu ton sampah per jam, sehingga diperkirakan mampu mengolah hingga sembilan ton sampah per hari.
“Kami Pemerintah Kabupaten Badung tidak akan lepas tangan dalam penanganan sampah. Untuk jangka pendek, kami juga berencana mendatangkan tiga unit alat Refuse Derived Fuel (RDF) yang dijadwalkan tiba pada bulan Juli dan akan dioperasikan di TPST 3R Mengwi untuk mengolah sampah organik menjadi bahan bakar alternatif,” ujar Wabup.
Ia juga mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah secara rutin dari sumbernya, sehingga RDF yang disiapkan dapat dimanfaatkan secara optimal nantinya.
Sementara itu, Bendesa Adat Sempidi I Gusti Ngurah Martana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Pihaknya menegaskan komitmen pihak desa adat bersama masyarakat untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya melalui penguatan pemilahan sampah dari sumbernya.
“Kami bersama masyarakat berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah dalam penanganan sampah, sehingga pemilahan dari sumber dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujarnya. (RED-BN)
