Balinetizen.com, Karangasem-
Kemampuan Keuangan Daerah (KKD) tahun 2020 Kabupaten Karangasem dipastikan rendah, munyusul merosotnya pendapatan asli daerah (PAD) Karangasem ditahun 2019 lalu.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pihak legislatif, pasalnya rendahnya KKD ini tanpa sepengatahuan dewan, bahkan dalam rapat kerja gabungan dewan dengan tim TAPD yang berlangsung siang Selasa (14/01/2020) Dewan Karangasem menyayangkan kenapa kondisi tersebut tidak disampaikan kepada legislatif sehingga dulu bisa dicarikan jalan keluar.
“Semestinya ini disampaikan kepimpinan pada saat itu sehingga bisa dicarikan jalan keluar, tidak seperti sekarang kami yang menganggarkan kami yang kena,” kata Komang Sartika dari fraksi Partai Golkar.
Disamping itu, Dewan juga membandingkan Kabupaten Karangasem dengan Kabulaten Klungkung, jika dilihat dari sisi potensi, Karangasem jelas memiliki potensi lebih banyak, baik itu dibidang pariwisata maupun disektor Galian C.
“Klungkung saja sekarang punya target PAD besar dengan banyaknya kunjungan wisatawan ke Nusa Penida,” kata Wayan Tama yang juga dari fraksi Golkar.
Senada dengan, politisi dsri fraksi PDIP, I Nengah Songkod, menurutnya Karangasem memiliki potensi yang jauh lebih banyak dari Kabupaten lainnya. Seperti misalnya galian C, di Bali bisa dikatakan hanya Karangasem saja yang mamilikinya sehingga jika ini benar – benar dikelola tentunya bisa berdampak positif terhadap PAD Karangasem.
Rekan separtainya, Nyoman Winata juga tak kalah kerasnya berkomentar, ia berpendapat penyebab rendahnya KKD Karangasem adalah kebocoran disektor pajak seperti galian c dan pariwisata hingga berimbas terhadap merosotnya pendapatan asli daerah.
“Disektor galian C banyak bocor difaktur kalo bisa pakai portal online untuk cegah kebocoran,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TAPD yang juga selaku Pejabat Sekda Karangasem I Gede Darmawan yang hadir dalam kesempatan tersebut ditemani Kepala BKAD Karangasem Sujana Erawan mengatakan, terkait dengan KKD pihaknya juga kaget mengetahui KKD yang rendah.
Menurutnya tinggi rendahnya KKD itu semua tergantung pada pendapatan asli daerah (PAD). Kendati demikian, Darmawan mengatakan kedepan pihaknya berkomitmen akan membngunan komunikasi yang lebih inten dengan DPRD.
“Kita sepakat dengan semua usulan tersebut, kedepan kita berkomitmen menjalin komunikas antara eksekutif dan legislatif lebih intensif lagi,” terang Darmawan.
Pewarta : Gede Suartawan
Editor : Mahatma Tantra

