Pasca Perusakan, Isi Rumah “Eyang Ratih” Diacak-Acak

0
601
Perusakan rumah seorang paranormal Harimastuti atau dikenal dengan sebutan Eyang Ratih di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak no 18 Sesetan.

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Perusakan rumah seorang paranormal Harimastuti atau dikenal dengan sebutan Eyang Ratih di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak no 18 Sesetan, berlanjut. Pelaku pada Minggu (12/4) siang diketahui beberapa hanya merusak dan mengganti kunci gembok pagar. Tapi pada Selasa (14/4) pelaku malah memasuki rumah berlantai dua itu serta mengacak acak sejumlah barang milik Eyang Ratih.

Peristiwa ini juga diketahui beberapa warga sekitarnya. Dari pantauan di TKP terlihat orang pakai tongkat sedang mengunci pintu pagar dibantu seorang laki laki. Sementara seorang lagi wanita sibuk berkomunikasi lewat ponsel. Menurut laki laki yang mengaku bernama Padma itu, pihaknya tidak melakukan perusakan melainkan mau mengambil alih tanah miliknya itu. “Ini milik saya..saya punya sertifikatnya tapi diakui milik Pak Sugianto.saya tadi masuk rumah memindahkan barang sayabkumpulkan di pojok atas,”katanya.

Sewaktu memindahkan barang barang itu ksta Padma diketahui aparat desa,Babinkam dan Babinsa Sesetan. “Kalau Pak Sugianto ngaku pemiliknya tunjukkan sertifikatnya,”sambung Padma. Perkara ini sejatinya masih proses penyelidikan pihak Polresta Denpasar. Sayangnya Kasubag Humas Polresta Iptu Sukadi belum bisa dikonfirmasi perkembangan perkara sebagaimana laporan Joko Sugianto selaku keluarga Eyang Ratih.

Sebagaimanandiungkap Joko Sugianto
ada dugaan kejadian ini terkait dengan masalah sengketa rumah tersebut yang kini masih dalam proses penyelidikan Polresta Denpasar. Joko Sugianto melaporkan Ketut Gede Pujiyama alias I Ketut Gede melakukan penipuan. Kok bisa? Singkatnya pada Agustus 2010 lalu Sugianto membeli tanah seluas 2,5 are seharga 150 juta ke Gede Pujiyama. Setelah tanah itu dibangun dan ditempati Eyang Ratih ada dua orang yang mengklaim sebagai pemilik tanah. Mereka adalah I Wayan Padma dan Haji Dedik Sunardi.”Saya konfirmasi ke terlapor tapi mengaku tidak jual ke orang lain. Itu yang kini ditangani Polresta. Jadi saya duga pembobolan itu terkait dengan masalah awal karenabPujiyama juga tahu yang bobol Hercules, “sambung Sugianto.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Buleleng Mengucapkan Dirgahayu HUT RI Ke 77

Sementara Budiarta menambahkan perkara. penipuan sudah ditindaklanjuti oleh penyidik Reskrim. Sejumlah saksi sudah dipanggil dan dimintai keterangan. “Untuk laporan perusakan sudah saya kordinasikan tinggal menunggu petunjuk Kasat Reskrim,”terang Budiarta.

 

Editor : SUT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here