Balinetizen.com, Jembrana
Menjelang hari raya Kuningan, petugas Medik Veteriner (Medikvet) Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana, Kamis (27/11/2025) memeriksa kesehatan daging babi. Pemeriksaan dilakukan sebelum dan setelah babi dipotong. Tujuannya, guna memastikan daging babi yang akan diolah masyarakat aman dan layak untuk dikonsumsi.
“Pemeriksaan ante dan post mortem wajib dilakukan, sama seperti saat menjelang hari raya Galungan,” ujar Kabid Keswan-Kesmavet pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Putu Sugiarta, Kamis (27/11/2025).
Di Jembrana, kata dia, terdapat 22 titik tempat pemotongan babi dengan total babi yang dipotong sebanyak 66 ekor babi. Karena itu dibentuk lima tim Medikvet dan selanjutnya ditugaskan di lima kecamatan yang ada di Jembrana. “Jumlah ini kemungkinan bertambah karena besok masih hari Penambahan Kuningan,” imbuhnya.
Menurutnya secara umum seluruh hewan yang akan dipotong dalam kondisi sehat. Meskipun demikian masyarakat dihimbau agar tetap mengolah daging babi dengan kondisi matang sehingga menjadi makanan yang siap konsumsi.
“Kami imbau agar tetap diolah dengan maksimal untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya. (Komang Tole)

