PBD Denpasar Klaim Setengah Lahan TPA Suwung Sudah Padam

0
164

 

Balinetizen.com, Denpasar

Kebakaran yang melanda TPA Suwung, Denpasar menjadi atensi khusus Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Mengingat event Internasional kerap di gelar di pulau Bali, sehingga menurutnya proses pemadaman api dan gas metan di TPA harus segera diselesaikan.

Kini, upaya pemadaman selain menggunakan water bombing dengan mengerahkan dua helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini dikerahkan tim tangguh dari Manggala Agni Makasar, Sulawesi Selatan untuk melakukan pemadaman dengan mengerahkan 6 alat injeksi.

Dengan pengalaman tim tangguh tersebut dalam melakukan upaya pemadaman di TPA Makasar diharapkan kebakaran di TPA Suwung dalam waktu satu 5 hari hingga satu minggu ke depan dapat diatasi.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara Haryo Pambudi, mengatakan
di tahap awal pihaknya fokus pada manajemen asap.

“Kita fokus pada manajemen asap, karena begitu asap itu bergerak ke Denpasar kita akan bicara kualitas udara, maka di tahap pertama kita mendeteksi gas metan itu berada. Karena itu tahap awal kita lakukan water bombing kita siram awal permukaan dulu, dimana titik yang masih berasap disitulah banyak timbunan gas metan berada,” ujarnya ditemui di TPA Suwung, Denpasar, Selasa 17 Oktober 2023.

Setelah titik gas metan ditemukan kemudian dikerahkan eskavator untuk merilis gas metan.

“Kemudian tim kami melakukan injeksinya kita lakukan proses air dicampur zat adiktif sehingga tanah basah itu akan ke bawah sehingga menutup bara,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati mengungkapkan, pihaknya memberikan atensi khusus kepada kebakaran TPA Suwung.

Baca Juga :  Wakil Bupati Buleleng Minta Undiksha Terus Berkolaborasi Dengan Pemkab Buleleng

“Tadi kita rapat koordinasi untuk penanganan kebakaran TPA Suwung memang untuk TPA Suwung kami beri perhatian khusus bahwa ada acara internasional dibali dan kebakarannya juga juga cukup besar dan puji tuhan Alhamdulillah sudah diselesaikan satu persatu ,” ujarnya.

Ditambahkan Kepala BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Ariwibawa, bahwa saat ini pemadaman lahan di TPA Suwung sudah berkurang hampir setengahnya.

“Sudah berkurang jadi kalau pengamatan kami sekitar setengahnya sudah berkurang karena sudah dilakukan pola yang dilakukan oleh Manggala Agni dengan pola yang sistem injeksi sudah dilakukan sehingga penyiraman lebih rendah,” tandasnya.

Saat ini pihaknya masih menerapkan status tanggap darurat selama dua Minggu mulai dari tanggal 12 Oktober hingga 25 Oktober 2023.

Jumlah pengungsi yang terdampak akiat kebakaran kini sudah berkurang dari 63 jiwa menjadi 20 jiwa.

Rencananya Rabu 18 Oktober 2023 esok, para pengungsi harus sudah meninggalkan area pengungsian di Kelurahan Serangan. (Tri Prasetiyo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here