Pecalang Siap Jaga Bali Sekala – Niskala, Beberapa Catatan Reflektif

0
325

Balinetizen.com, Denpasar

Apel siaga dilakukan di lapangan Puputan Niti Mandala, dengan “saksi” Monumen Bajra Sandhi. Monumen oleh sang penggagas Gubernur Mantra, menggambarkan spirit pesan, kepemimpinan harus berbasis spiritualitas, Cakti Tuhan Swayambu. Dibumikan dalam keteguhan menjalankan Dharma kepemimpinan bagi kesejahteraan Bali lahir batin, sekala-niskala.

Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya, intelektual Hindu, pengamat kebudayaan, Senin 1 September 2025 di Denpasar, Bali menanggapi apel Agung Pecalang se-Bali dalam rangka pengamanan Bali.

Dikatakan dalam geguritan Sucita – Subudi ada tertulis: “Sekala – Lan Niskala atepang mangden mamesik, Reh Jati palingan tunggal, Hyang Wisesa ngeraganin, dstnya. Maknanya,” kepagehan” dalam memegang teguh keyakinan sekala – niskala, di sana kekuatan Tuhan memberkati.

Menurut Jro Gde Sudibya, dukungan Pecalang membantu tugas Polri dan TNI untuk menjaga keamanan Bali, terlebih-lebih di masa krisis, menunjukkan kekenyalan Desa Pakraman dalam merespons potensi terjadinya krisis yang mengganggu Desa Pakraman.

Dikatakan, krama Bali punya kesadaran melekat terhadap tempat kelahirannya baca Bali, dalam uraian sederhana panca maha mikro dalam diri berelasi dengan panca maha Bhuta makro Alam Raya, merealisasikan dalam upakara harian kehidupan, tidak berhenti di tataran wacana. Tetapi, menjaga keamanan Bali, kewajiban batin manusia Bali.

“Pemimpin Bali banyak memperoleh kemudahan dari sistem keyakinan dan tradisi di atas, sudah semestinya mereka membalas dengan laku kepemimpinan Bajra Sandhi. Kepemimpinan berbasis spiritualitas membumikan kekuatan Tuhan Swayambu, dalam menjalankan Dharma kepemimpinan,” kataJro Gde Sudibya, intelektual Hindu, pengamat kebudayaan Bali.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

Baca Juga :  Polsek Gilimanuk Amankan Pickup Muat 38 Kambing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here