Peduli Korban Gempa Flores, Mahasiswa Bali Galang Dana di Lampu Merah Denpasar

0
38

Balinetizen.com, Denpasar

 

Aliansi Bali Peduli Bencana Flores menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di Flores. Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan di sejumlah titik lampu merah di Kota Denpasar, Rabu (19/8/2026).

Penggalangan dana dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Lampu Merah Sudirman, Lampu Merah Nangka, dan Lampu Merah Tonja. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.

Koordinator Lapangan Aliansi Bali Peduli Bencana Flores, Fransisco Dehadi yang akrab disapa Sisco, mengatakan aksi tersebut melibatkan berbagai organisasi mahasiswa, baik intra kampus maupun ekstra kampus.

“Aliansi ini tergabung dari berbagai organisasi, baik intra kampus maupun ekstra kampus. Penggalangan dana ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Flores,” ujar Sisco yang juga merupakan Presidium Pengembangan Organisasi (PPO) PMKRI Cabang Denpasar.

Selain penggalangan dana di sejumlah persimpangan jalan, Aliansi Bali Peduli Bencana Flores juga membuka posko bantuan di Margasiswa PMKRI Cabang Denpasar, Jalan Thamrin Nomor 1/8, Puri Pemecutan, Denpasar.

Sisco mengungkapkan, hingga saat ini bantuan yang terkumpul melalui transfer mencapai sekitar Rp3 juta. Penggalangan dana masih terus dibuka bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan untuk korban bencana di Flores.

“Kami juga sudah membuka posko bantuan di Margasiswa PMKRI Cabang Denpasar. Untuk sementara yang terkumpul melalui transfer sekitar Rp3 juta dan penggalangan masih terus berjalan,” katanya.

Tak hanya menggalang bantuan, Aliansi Bali Peduli Bencana Flores juga melakukan pendataan terhadap mahasiswa di Bali yang keluarganya terdampak bencana di Flores.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 80 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali yang keluarganya terdampak bencana di Flores.

Baca Juga :  APK Melanggar, Bawaslu Jembrana Beri Tenggat Waktu 1X24 Jam

“Dari hasil pendataan sementara, ada sekitar 80 mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana di Flores. Mereka berasal dari berbagai kampus di Bali,” ungkap Sisco.

Puluhan mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Warmadewa, Institut Desain dan Bisnis Bali (Instiki), Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Dwijendra, serta IKIP Mahadewa Bali.

Sisco berharap kepedulian masyarakat Bali terhadap korban bencana di Flores terus mengalir. Menurutnya, setiap bantuan yang diberikan masyarakat akan sangat berarti bagi keluarga dan warga yang terdampak.

“Kami berharap masyarakat ikut membantu, sekecil apa pun bantuan yang diberikan tentu sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana di Flores,” pungkasnya.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here