Pemkab Buleleng Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026

0
51

Balinetizen.com, Buleleng

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Buleleng, Senin (26/4). Upacara tersebut dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Buleleng Gede Sugiartha Widiada selaku Inspektur Upacara. Kegiatan ini diikuti oleh para Asisten, Staf Ahli, Kepala Bagian, serta seluruh staf di lingkungan Setda Kabupaten Buleleng.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” yang menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal. Tema tersebut juga menegaskan perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. Dalam kesempatan itu, Inspektur Upacara membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Melalui momentum yang berbahagia ini, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta seluruh elemen bangsa yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.”

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Indonesia sebagai negara besar memiliki potensi luar biasa yang harus dikelola secara sinergis. Keragaman budaya, sumber daya alam, serta kekuatan daerah menjadi modal penting dalam pembangunan. Namun demikian, tanpa kolaborasi yang solid antartingkatan pemerintahan, potensi tersebut tidak akan optimal.

“Sinergi pusat dan daerah merupakan keniscayaan untuk mencapai cita-cita bangsa sebagaimana telah dituangkan dalam konstitusi kita.”

Lebih lanjut, disampaikan bahwa kesatuan visi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas. Sejumlah hal strategis juga menjadi perhatian bersama, di antaranya pelaksanaan program prioritas nasional, reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi terintegrasi, penguatan kemandirian fiskal daerah, hingga peningkatan kolaborasi antardaerah. Selain itu, peningkatan layanan dasar, pengentasan ketimpangan, serta penguatan stabilitas dan ketahanan daerah juga menjadi fokus utama.

Baca Juga :  Wabup Sanjaya  Buka seminar Bali National Conference on Sport and Medical Science I

“Penting bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam merancang kebijakan yang relevan dengan kondisi dan potensi lokal.”

Dalam amanat tersebut juga ditekankan pentingnya peningkatan kapasitas daerah sebagai faktor kunci keberhasilan otonomi. Penguatan sumber daya manusia aparatur melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi menjadi salah satu prioritas utama. Di samping itu, peningkatan kapasitas keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah serta penguatan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan juga terus didorong.

“Penguatan kelembagaan dan tata kelola melalui reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas menjadi langkah penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif.”

Melalui peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini, Pemkab Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel, serta mendorong kolaborasi yang berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (RED-BN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here