Balinetizen.com, Karangasem
Operasi pencarian terhadap I Made Rerod (75), warga Banjar Gangbang, Desa Seraya, Karangasem, resmi dihentikan setelah berlangsung selama empat hari tanpa hasil. Made Rerod dilaporkan hilang sejak Kamis (5/6/2025) dan belum kembali ke rumah hingga hari ini, Senin (9/6/2025).
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Ngurah Eka Wiadnyana, menyatakan bahwa pencarian dihentikan atas permintaan keluarga korban. Mereka memilih untuk melakukan upacara sesuai dengan kepercayaan adat setempat.
“Operasi SAR telah memasuki hari keempat, tim SAR gabungan telah menyisir sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat keberadaan korban, namun hasilnya masih nihil,” terang Eka Wiadnyana.
Meski operasi resmi dihentikan, pihak SAR membuka kemungkinan pencarian akan dilanjutkan jika muncul laporan atau informasi baru dari masyarakat terkait keberadaan korban. “Jika suatu saat nanti target ditemukan atau terlihat oleh warga, kami siap membuka kembali operasi SAR untuk proses evakuasi,” tambahnya.
Hari ini, pencarian terakhir dimulai sejak pukul 07.45 Wita. Tim SAR menyisir area timur dari rumah korban di Bukit Kayu Wit hingga wilayah Seraya Timur, melintasi perbukitan, tegalan, serta area sekitar Pura Lingga Jati.
Sebelumnya, warga setempat mengungkapkan bahwa Made Rerod memang sering berjalan-jalan di sekitar desa. Namun, pada hari ia hilang, korban terlihat berjalan hingga ke desa sebelah di area perbukitan tanpa tujuan yang jelas.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Seraya Tengah, BPBD Kabupaten Karangasem, Kepala Dusun Banjar Gangbang, keluarga korban, serta masyarakat setempat.(rls)

