Pengelolaan Sampah Terbengkalai di Bali, Fenomena Politik Apa Ini?

0
294

Ilustrasi 

Oleh : Jro Gde Sudibya

Terbengkalainya pengelolaan sampah, bentuk luar kasat mata dari kegagalan kepemimpinan. Karena dimanapun di seluruh dunia, negara modern yang beradab, kepemimpinan dan sistem politik pendukungnya, akan diukur dari: kualitas pendidikan dan kesehatan warganya. Sehingga penyediaan public utilities seperti tersedianya air bersih, lingkungan sehat menyenangkan, fasilitas kesehatan menjadi persyaratan bagi kepemimpinan yang kompeten dan bertanggung jawab. Singkat kata pembumian dari nilai kehidupan PEMIMPIN UNTUK RAKYAT.

Dalam konteks Bali pemberian bantuan untuk Desa Adat, pembangunan gedung gedung MDA diseluruh Bali nan megah, sah-sah saja, tetapi tidak mengurangi peran negara untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan warga yang diatur sangat tegas dalam Konstitusi dan Undang-undang turunannya.

Adalah sangat berbahaya, kebijakan publik yang didasari oleh perhitungan bias keuntungan elektibilitas semata, karena bisa berakibat:

a. Turunnya kualitas pendidikan dan kesehatan warga.

b.Alokasi dana bisa tidak produktif, dari sisi penciptaan kesempatan kerja produktif dan pertumbuhan ekonomi berkualitas berkelanjutan.

c.Pemberian bantuan sosial dan sejenisnya, dengan target peningkatan elektabilitas, bisa berarti pemborosan, tidak mendidik warga mandiri, muncul fenomena “peminta-minta” sosial, yang bertentangan pengembangan budaya ethos kerja.

Di Bali muncul fenomena budaya yang kontras, di masa lalu, kalau sebuah desa masuk kategori miskin, hampir pasti sebagian besar warga desa malu, karena ethos kerja kemandirian yang telah mentradisi. Kalau sekarang, mungkin ada sejumlah Desa yang ingin desanya dikategorikan miskin, sehingga diharapkan banyak bantuan akan diterima. Fenomena ini, salah satu bentuk kemunduran peradaban.

Kebijakan publik yang bias ke motif peningkatan elektabilitas, pada akhirnya akan merugikan masyarakat luas, dalam artian: pendidikan, kesehatan, kesejahteraan ekonomi, ketergantungan dan struktur ekonomi yang sehat.

Baca Juga :  Mutasi Pejabat, Bupati Tamba: Sudah Biasa Hadapi Kekecewaan

Jro Gde Sudibya, pengamat sosial dan politik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here