Pertalite dan Pertamax Langka di Denpasar, Sejumlah SPBU Dipadati Kendaraan

0
144

 

Balinetizen.com, Denpasar

 

Antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Denpasar, Bali, Senin (12/10/2026).

Kepadatan kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak mengisi bensin jenis Pertalite dan Pertamax Ron 92 ini memicu antrean di sekitar area SPBU hingga jalan raya utama menjadi macet.

Pantauan di SPBU Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Tengah sekitar pukul 09.00 WITA menunjukkan antrean sepeda motor dan mobil memanjang hingga keluar area pengisian bahan bakar.

Kondisi serupa terlihat di SPBU Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, sekitar pukul 12.30 WITA. Kendaraan yang hendak mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Pertalite dan Pertamax Ron 92 juga mengantre hingga ke luar area SPBU.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan terus memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dan mengoptimalkan distribusi ke SPBU dengan mempertimbangkan kondisi stok serta tingkat konsumsi di masing-masing wilayah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kapal pengangkut BBM telah dijadwalkan sandar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat Bali.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).

Pertamina Patra Niaga menyebut kapal pengangkut BBM yang datang membawa muatan 18.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.

Selain itu, kedatangan kapal pengangkut BBM telah dijadwalkan secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis. Total muatan yang dijadwalkan mencapai 26.200 KL.

Baca Juga :  Seorang Wanita Disret Jambret di Dekat Kantor Polisi

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di Bali.

Pertamina juga mengoptimalkan proses pembongkaran muatan dan penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU. Evaluasi dilakukan berdasarkan perkembangan stok dan konsumsi di setiap wilayah.

Menurut Ahad, rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Angka tersebut menjadi salah satu acuan dalam perencanaan pasokan dan penentuan prioritas distribusi BBM.

Di tengah antrean kendaraan di sejumlah SPBU, Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Masyarakat juga diminta mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terverifikasi terkait pasokan maupun layanan BBM.

Untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan mengenai layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Sementara itu, antrean kendaraan yang terpantau di sejumlah SPBU Denpasar pada Senin siang menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait kelancaran distribusi dan ketersediaan BBM di tingkat SPBU.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here