Balinetizen.com, Jembrana
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana melaksanakan asesmen terhadap penyebab terjadinya krisis air bersih di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Sabtu (8/8/2026). Bahkan petugas terjun langsung menyusuri kondisi pipa saluran air kebutuhan warga sehari-hari guna dicarikan solusi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, berdasarkan hasil penyisiran dan pemeriksaan langsung di lapangan diketahui penyebab utama terganggunya distribusi air bersih ke masyarakat adalah kerusakan jaringan pipa pada bagian hulu sumber air.
Sumber air masyarakat Lingkungan Pangkung Manggis berada di Lingkungan Pengajaran, Kelurahan Baler Bale Agung, tepatnya pada aliran Sungai Pangkung Gayung.
“Pada bagian hulu terdapat bendung atau empelan air yang juga menjadi sumber air kebutuhan masyarakat,” ujar Kalaksa Agus Artana, Sabtu (8/8/2026).
Dari keterangan warga, kata dia, kerusakan jaringan pipa saluran air terjadi akibat dampak banjir Sungai Pangkung Gayung pada 9 September 2025 lalu.
Disebutnya penyisiran dilakukan mulai dari Jembatan Pangkung Gayung menuju arah hulu sejauh kurang lebih 3 kilometer. Dan dari pantauan langsung itu ditemukan 7 titik kerusakan pipa dengan rincian, pipa ukuran 3 dim rusak sepanjang kurang lebih 520 meter dan pipa ukuran 4 dim rusak sepanjang kurang lebih 25 meter.
“Kerusakannya sampai saat ini belum diperbaiki karena keterbatasan biaya dari Seke Swadaya Air Masyarakat,” sebutnya.
Selain pipa saluran air, sambungnya, kerusakan juga ditemukan pada bendung penampungan air sekaligus sumber air untuk masyarakat. Kerusakan terjadi pada bagian pinggir bendung mengalami jebol sehingga tidak dapat menampung air secara maksimal.
Mengenai permasalahan tersebut, sebagai solusi jangka pendek, penanganan akan dilakukan perbaikan dengan cara mengganti pipa yang rusak. Upaya selanjutnya memindahkan titik pengambilan sumber air masyarakat ke bagian yang lebih hulu yaitu pada bendung subak.
“Untuk pemindahan pengambilan air diperlukan penambahan pipa ukuran 4 dim sepanjang kurang lebih 30 meter. Sedang kami hitung. Ada beberapa sumber pembiayaan sedang dikomunikasikan,” ungkapnya.
Agus Artana menegaskan bahwa krisis air bersih yang dialami warga Lingkungan Pangkung Manggis lebih disebabkan rusaknya beberapa bagian bendung dan jaringan pipa saluran air akibat banjir.
Agus mengingatkan bahwa jaringan pipa yang berada di sepanjang aliran sungai memiliki risiko kembali mengalami kerusakan apabila terjadi banjir atau peningkatan debit air sungai sehingga diperlukan kajian dan solusi yang lebih permanen untuk menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat setempat.
Kalaksa BPBD menambahkan, selain dari BPBD sendiri, kegiatan asesmen juga melibatkan aparat kelurahan termasuk kepala lingkungan, Babinsa dan pengurus Seka Swadaya Air Masyarakat. (Komang Tole)

