Pilkada Buleleng, Golkar Dan Gerindra Buleleng Tunggu Intruksi DPP

0
164

Ketua DPC Gerindra Buleleng Gede Harja Astawa,SH

Balinetizen.com, Buleleng

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak menurut rencana tinggal 8 bulan lagi tepatnya pada 27 Nopember 2024 mendatang.

Terhadap Pilkada serentak ini, apakah partai koalisi Pilpres pada pada Pemilu 2024 lalu akan tetap berkoalisi? Hal ini belum bisa dipastikan oleh para ketua partai. Seperti yang dilontarkan Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng IGK Kresna Budi dan Ketua DPC Partai Gerindra Buleleng Gede Harja Astawa. Dimana menurut kedua ketua partai ini, masih menunggu intruksi dari dari DPP masing-masing.

Ketua DPC Gerindra Buleleng Gede Harja Astawa mengatakan dengan adanya hasil Pileg dan Pilpres pada pemilu 14 Februari 2024 lalu, para kader Partai Gerindra Buleleng tidak boleh bereforia berlebihan. Harus segera merapatkan barisan untuk menyatukan gerak langkah, karena untuk mewujudkan dan mengawal proyek Bandara Bali Utara yang diwacanakan Prabowo – Gibran menjadi tanggung jawab secara moral, bukan saja dari tingkat pengawalan namun juga hingga ketingkat pelaksanaan.

“Sehingga pada momen Pilkada ini, kami Gerindra Buleleng harus siap untuk ikut mengamankan dan memenangkan pilkada itu.” ucapnya tegas pada Minggu, (3/3) di Singaraja

“Nahhh… soal personal bakal calon pilkada yang akan diusung, hal itu menunggu instruksi dari DPP maupun DPD Gerindra Bali. Yang jelas kami secara organisasi siap untuk mengamankan setiap keputusan dari pimpinan. Karena apapun yang diputuskan oleh pimpinan hal itulah yang terbaik dan wajib hukumnya untuk kami amankan dan kami menangkan.” ujar Harja Astawa menambahkan.

Lebih lanjut dikatakan tehadap bakal calon Pilkada Buleleng yang akan diusung Partai Gerindra Buleleng, pihaknya akan mencari tokoh Buleleng yang terbaik untuk Buleleng, baik itu track recordnya , kemampuan memahami Buleleng dan tentunya ada komitmen dengan Partai Gerindra berupa Kontribusi kepada Partai Gerindra untuk kedepannya. Mengingat Partai Gerindra memiliki tanggung jawab moral terhadap asset Buleleng khususnya terkait dengan wacana rencana pembangunan Bandara Bali Utara.

Baca Juga :  BNPB Tinjau Lokasi Banjir Wajo Dan Salurkan Bantuan DSP

“Kami ingin menang. Kami ingin kebijakan-kebijakan partai bisa dilaksanakan dan diamankan oleh eksekutif. Karena partai politik itu adalah cara meraih kekuasaan secara konstitusional. Kalau kekuasaan sudah di raih secara konstitusional dengan amanat rakyat, maka segala ide-ide dari partai yang diserap dari aspirasi masyarakat bisa dilaksanakan atau dieksekusi.” terang Harja Astawa yang dipastikan telah lolos ke DPRD I Provinsi Bali 2024 – 2029.

“Jadi moment ini benar-benar menjadi PR kami, kami selalu berkoordinasi dengan DPD Gerindra Bali kemudian memberikan pertimbangan dengan DPD, sehingga DPD didalam memutuskan yang terbaik untuk Buleleng tentunya harus berdasarkan fakta, informasi dan realita yang dibutuhkan di Buleleng.” Imbuhnya.

Menurut Harja Astawa saat ini pihaknya belum bicara figur bakal calon Pilkada yang akan diusung.

“Kami sekarang ini merapikan dulu penyelesaian sisa-sisa tahapan pemilu, setelah itu mungkin dipanggil oleh DPD Partai Gerindra Bali dalam rangka memutuskan kriteria, langkah-langkah produktif strategis kedepan sehingga dalam waktu mepet ini segera bisa melakukan langkah-langkah politik, melakukan konsolidasi, melakukan pembenahan dalam rangka persiapan memenangkan Pilkada Buleleng tersebut.” pungkasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here