Balinetizen.com, Jembrana
Petahana Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jembrana, I Nengah Tamba bersama Gede Ngurah Patriana Krisna, Selasa (28/5/2024) mendaftar ke Partai Demokrat Jembrana sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Jembrana periode 2024-2029.
I Nengah Tamba, kader Partai Demokrat dan Gede Ngurah Patriana Krisna, kader Partai Golkar menjadi orang pertama yang mendaftar untuk Pilkada Jembrana 2024 dengan mendatangi Kantor DPC Demokrat Jembrana di Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara.
Setelah mendaftar ke Partai Demokrat Jembrana bertepatan dengan Rahinan (hari) Suci Anggarkasih Perangbakat, pasangan Tamba-Ipat selanjutnya menuju ke Sekretariat Kantor PPP Jembrana.
I Nengah Tamba menyampaikan kenapa pasangan Tamba-Ipat mendaftar pada Rahiman Anggarkasih Perangbakat, Karena hari ini merupakan hari baik yang mengandung kata Kasih dan Bakat.
Kata Kasih, kata Tamba memiliki makna gotong royong dan kata Bakat artinya bakat (memperoleh atau mendapat). “Jadi biar kita berkasih-kasihan, toong menolong, gotong royong dan semuanya Bakat (didapat),” jelas Tamba didampingi Gede Ngurah Patriana Krisna di Kantor DPC Demokrat, Selasa (28/5/2024).
Menurut Tamba, yang baik, tidak hanya harinya, namun tanggalnya (tanggal 28) juga bagus. “Angka 2 artinya dua periode. Angka 8 artinya kejayaan,” tandasnya.
Pihaknya datang bersama Patriana Krisna (Ipat) ke Sekretariat Demokrat untuk mendaftar calon bupati dan wakil bupati. “Astungkara, saya bersama Pak Ipat datang kesini dengan niat yang sama. Mohon doa restu masyarakat Jembrana. Semoga kami berproses,” jelasnya.
Pihaknya akan mengikuti proses pencalonan di setiap partai politik (parpol) yang mendukung dan mengusung Paket Tamba-Ipat hingga akhirnya terdaftar sebagai calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) pada Pilkada Jembrana 2024.
“Mohon doa restu mudah-mudahan Paket Tamba-Ipat tetap bersatu menuju periode 2024-2029. Itu harapan kami berdua,” sebut Tamba.
Karena sambung Tamba, masih ada program yakni Jembrana Emas yang belum selesai. Dan program ini harus dituntaskan bersama-sama sehingga menuju Jembrana Emas 2026-2027 bisa tercapai.
Untuk koalisi disebutnya masih berproses dan pihaknya akan mendatanginya satu persatu. “Seperti adat istiadat, kita lakukan. Hari ini kita datangi satu persatu karena kita yang membutuhkan. Kita tidak boleh tinggi hati. Kita rendah hati datang ke partai,” ungkapnya.
“Saya kader Demokrat. Saya pengurus di provinsi. Saya datang kesini karena menghormati proses politiknya. Setelah disini, kita akan datang ke Sekretariat PPP,” tegasnya.
Diakui Tamba, proses pencalonan tergantung dari masing-masing partai. Partai Golkar misalnya, mekanisme pencalonan melalui survey. Sehingga yang terbesar kemungkinan yang akan direkomendasi sebagai calon bupati dan wakil bupati.
“Jadi masing-masing partai, prosesnya berbeda. Partai-partai yang membuka pendaftaran kita datangi. Selain PPP, mudah-mudahan PKB. Hari ini dua (partai) dulu, Demokrat dan PPP. Di PPP juga sama, saya calon bupati dan Pak Ipat calon wakil bupati,” bebernya.
Disinggung apakah dirinya optimis akan mendapat dukungan dari partai lain, selain demokrat dan PPP, disebutnya sangat optimis. “Kita sebagai pejuang harus optimis. Tidak ada kata tidak optimis,” sebutnya.
Terkait kemungkinan akan melawan kotak kosong karena sampai hari belum ada calon dari partai lain, Tamba sangat tidak berharap itu terjadi. “Saya tidak berharap itu (melawan kotak kosong). Mekanisme demokrasi harus berjalan dengan baik,” tegasnya.
Sementara Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) mengaku sudah mendapat restu dari Gede Winasa untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati (Bacawabup) mendampingi I Nengah Tamba pada Pilkada Jembrana 2024.
“Sebagai orang tua, saya tetap meminta petunjuk, minta restu. Tapi ini masih berproses. Semua masih berproses pendaftaran ke masing-masing partai,” ujar Ipat.
Demikian juga di Partai Golkar dan sudah berproses berdasarkan survey. “Di partai kami (Golkar) sudah melalui survey. Hari ini di Demokrat, terus ke PPP. Kalau besok ada partai buka pendaftaran, kita daftar sesuai petunjuk pimpinan partai,” terangnya.
Ditanya apakah nanti tetap akan bergandengan dengan I Nengah Tamba, menurutnya sampai hari ini tetap bergandengan. “Sampai sekarang tetap bergandengan tangan. Saya daftar ke PPP tetap sebagai calon wakil,” pungkas Ipat. (Komang Tole)

