Polri Akui Gunakan Gas Air Mata yang Kedaluwarsa di Kanjuruhan

0
310
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo.

 

Balinetizen.com, Jakarta-

 

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa beberapa dari gas air mata yang digunakan saat tragedi Kanjuruhan telah kedaluwarsa pada 2021 silam. Namun, hal tersebut tidak terlalu berpengaruh karena kebanyakan korban meninggal akibat kehabisan oksigen.

Kabar terbaru datang dari penyelidikan kasus Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang pada Sabtu (1/10) malam. Dalam konferensi pers yang dilakukan oleh Mabes Polri, Kadiv Humas Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa ada gas air mata yang ditembakkan yang telah melewati batas masa pakai atau kedaluwarsa. Menurut hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor), beberapa gas air mata tersebut diketahui telah kedaluwarsa pada 2021. Meskipun demikian, Dedi menjelaskan bahwa tim labfor masih mendalami mengenai jumlah pasti dari gas air mata yang telah kedaluwarsa.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa gas air mata yang kedaluwarsa ini telah mengalami penurunan kualitas sehingga efek yang ditimbulkan tidak begitu signifikan hingga sampai menyebabkan kematian. Tidak ada bahan-bahan toksik yang terkandung di dalam gas air mata dan hanya menyebabkan efek pada mata, kulit, dan sistem pernafasan namun tidak fatal. Oleh karena itu, menurut Dedi, mengutip pernyataan sejumlah pakar seperti dokter spesialis THT, spesialis paru, dan spesialis penyakit dalam, gas air mata bukan penyebab utama dari jatuhnya banyak korban jiwa. Dedi juga mengungkapkan bahwa menurut pendalaman para ahli tersebut, penyebab utama kematian pada tragedi Kanjuruhan adalah karena kekurangan oksigen setelah berdesak-desakan pada gerbang 3, 11, 13, dan 14, bukan akibat gas air mata yang kedaluwarsa.

Namun hal tersebut seolah dibantah oleh Profesor Rhenald Kasali, anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Menurut Rhenald, penggunaan gas air mata yang kedaluwarsa itu adalah sebuah pelanggaran karena itu mematikan. Rhenald juga meminta kepolisian untuk mengevaluasi diri setelah tragedi ini sehingga tidak ada kejadian serupa di waktu yang akan datang.

Baca Juga :  Semangat Napak Tilas Meningkat, Generasi Muda Antusias Peringati HUT ke-422 Kota Singaraja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here