Balinetizen.com, Bangli
Tim PPK ORMAWA Himpunan Mahasiswa Elektro Universitas Udayana tahun 2025 gelar pelatihan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat SIRAT (Split dan Irat) bagi para pengrajin bambu di Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung pada Jumat, 29 Agustus 2025, di Ruang Perpustakaan Desa Kayubihi, menjadi salah satu program unggulan PPK ORMAWA HME dalam mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja masyarakat pengrajin bambu. Melalui penerapan alat SIRAT, proses pengolahan bahan baku bambu menjadi lebih cepat, efisien, dan menghasilkan potongan yang seragam.
Ketua Pelaksana PPK ORMAWA HME UNUD 2025, I Gede Ngurah Arya Bayu Kartika, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan inovasi teknologi sederhana yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

“Dengan adanya alat SIRAT, pengrajin dapat menghemat waktu kerja dan meningkatkan jumlah produksi harian. Kami berharap pelatihan ini menjadi awal dari transformasi menuju industri bambu yang lebih modern dan berdaya saing,” ungkapnya.
Dalam pelatihan tersebut, tim pelaksana PPK ORMAWA HME memberikan materi teori dan praktik langsung penggunaan alat SIRAT. Para peserta diajarkan mengenai spesifikasi alat, prinsip kerja sistem mekanik dan motorik, langkah-langkah penggunaan, perawatan alat, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tim juga menyediakan buku panduan penggunaan alat SIRAT agar peserta dapat mengoperasikan alat secara mandiri setelah pelatihan.
Pelatihan berlangsung dengan suasana interaktif. Para pengrajin diberikan kesempatan mencoba alat secara langsung, didampingi oleh anggota tim pelaksana. Beberapa peserta tampak antusias karena alat SIRAT terbukti mempercepat proses pembelahan dan pengiratan bambu yang sebelumnya dikerjakan secara manual.
Salah satu pengrajin menyampaikan kesannya,
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya alat ini. Dulu membelah bambu bisa memakan waktu lama, sekarang lebih cepat dan hasilnya juga lebih rapi. Terima kasih kepada tim mahasiswa yang sudah memberikan pelatihan ini,” ujarnya dengan senang.
Kepala Desa Kayubihi turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai bahwa dengan adanya program ppk ORMAWA di desa kayubihi ini dan keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan teknologi tepat guna menjadi bukti nyata kontribusi dunia akademik terhadap kemajuan masyarakat desa.
“Kegiatan seperti ini sangat kami dukung karena memberikan manfaat langsung bagi warga. Harapannya alat ini bisa digunakan secara berkelanjutan dan membantu peningkatan ekonomi pengrajin bambu di Desa Kayubihi,” katanya.
Berdasarkan hasil evaluasi pasca pelatihan, penerapan alat SIRAT terbukti memberikan dampak signifikan. Proses pembelahan bambu yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 35 detik kini dapat diselesaikan hanya dalam 2 detik, sedangkan proses pengiratan yang semula memakan waktu 73 detik berkurang menjadi 50 detik. Dari sisi produktivitas, rata-rata jumlah bahan baku siap anyam meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Melalui pelatihan ini, Tim PPK ORMAWA HME UNUD berharap para pengrajin Desa Kayubihi semakin siap menghadapi perkembangan industri kreatif berbasis bambu di era digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal. Pemanfaatan teknologi tepat guna seperti alat SIRAT menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana dapat membawa dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa.
Penulis : I Gede Ngurah Arya Bayu Kartika

