Proyek Bina Cipta Belum Sesuai Target, Komisi II DPRD Gianyar Pinta PUPR Tegas

0
297
 Komisi II DPRD Gianyar saat melakukan monitoring realisasi fisik di Bina Marga (Jalan dan irigasi) serta Bina Cipta (Bangunan gedung, baik perkantoran,dan wantilan) di sejumlah proyek Dinas PUPR, Senin (16/12/2019).
Balinetizen.com, Gianyar –
Menjelang akhir tahun 2019 ini, seluruh pekerjaan fisik yang menggunakan dana bersumber dari anggaran pemdapatan belanja daerah (APBD, red)  harua sudaj tuntas dalam kurun waktu paling lambat tanggal 20 Desember 2019 ini. Tentu saja hal ini membuat komisi II Dewan Gianyar melakukan monitoring terkait realisasi fisik di Bina Marga (Jalan dan irigasi) serta Bina Cipta (Bangunan gedung, baik perkantoran,dan wantilan) di Dinas Pekerjaam Umum serta Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar.
Komisi II mendapati saat monitoring terakhir mendapati realisasi proyek fisik Bina Cipta masih ada beberapa yang belum selesai sesuai target. “Realisasi proyek Bina Marga (jalan) sudah rampung 100% dan kualitasnya bagus. Hanya untuk realisasi proyek fisik masih ada beberapa proyek yang belum selesai sesuai jadwal,” jelas Ketua Komisi II DPRD Gianyar, Ketut Sudarsana didampingi Wayan Suartana, Wakil Ketua Komisi II, Senin (16/12/2019).
Ditambahkan Wayan Suartana, saat monitoring kepada rekanan agar menyelesaikan proyek tidak mengurangi kualitas proyek. “Proyek dikebut, biasanya kualitas diabaikan. Saya tidak ingin itu terjadi, PU dan konsultas harus tegas,” imbuh Suartana.
Bahkan untuk memastikan realisasi proyek sesuai target, akhir pekan ini Komisi II berencana turun lagi ke lapangan, guna memantau proyek-proyek yang belum tuntas pengerjaannya. “Akhir pekan nanti, kami akan turun lagi. Komisi II tidak ingin ada proyek yang meninggalkan masalah seperti tahun lalu,” tegas Sudarsana. Sedangkan bila ada proyek realisasinya tidak tepat waktu, maka PU diharapkan member sanksi tegas.
Untuk Tahun 2020 mendatang, Komisi II berharap Dinas PUPR bias merencanakan proyek mulai awal Tahun 2020. Mengingat APBD 2020 sudah ketok palu, sehingga begitu tahun anggaran 2020, Bulan Januari sudah bisa melakukan perencanaan. “Saran saya, awal Januari sudah perencanaan, Maret-April sudah proses lelang dan paling lambat Juli sudah mulai pelaksanaan,” harapnya.
Bahkan di Tahun 2020 mendatang, akan ada banyak proyek fisik, tentunya PUPR diharapkan lebih serius dan memulai tahapan sejak awal-awal tahun. “Biasanya kan Agustus baru mulai realisasi proyek, ke depan kami harap lebih awal lagi, sehingga pas tutup tahun sudah bisa penyelesaian administrasi saja,” harap Suartana lagi.
Pewarta : Catur
Editor : Whraspati Radha
Baca Juga :  Tradisi Gelap Praktik Korupsi Kepala Daerah di Medan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here