Puri Anyar Kerambitan Tabanan Isi Rangkaian Bulan Bahasa Bali 2022 Dengan Bersihkan Manuskrip Lontar Kuno

0
478

 

Balinetizen.com, Tabanan 

 

Masyarakat Bali meyakini bahwa sesungguhnya lontar memiliki arti yang penting dan sangat bermanfaat untuk hidup dan kehidupannya. Lontar dengan segala bentuk wacana penuturannya memotret dan memberikan cermin kehidupan yang dapat dijadikan budi pekerti, yaitu contoh dan implementasi kehidupan yang patut dan tidak patut dilakukan.

“Setelah ratusan tahun disimpan secara turun-temurun di saren agung, akhirnya 50 cakep lontar milik Puri Anyar Kerambitan, Kabupaten Tabanan, dilakukan konservasi dan identifikasi, lalu kami berupaya untuk mendigitalisasi sehingga berguna untuk ilmu pengetahuan, baik ilmu kesehatan maupun falsafah budi pekerti buat generasi mendatang,” kata Anak Agung Ngurah Agung Bagus Erawan, Penglingsir Puri Anyar Kerambitan Tabanan disela-sela acara Konservasi dan Identifikasi Lontar dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan yang dirangkaikan menyambut Bulan Bahasa Bali 2022, Selasa (22/2/2022).

Menurutnya, yang dilakukan elama ini puluhan cakep lontar yang ada di Puri Anyar Kerambitan hanya diupacarai saat hari raya Saraswati saja.

“Kami merintis inisiatif untuk segera mendokumentasikan dan mengaplikasikannya kedalam sebuah media digital sehingga bermanfaat untuk para pemerhati kearifan budaya lokal serta dunia akademik,” tutur Erawan.

Keturunan ke-9 Puri Anyar Kerambitan Tabanan ini mengakui jika sama sekali tidak mengetahui isi lontar yang diduga sudah disimpan sejak abad XVII tersebut. “Orangtua kami juga tidak tahu. Tapi kami yakin jika lontar-lontar ini ada manfaatnya bagi keluarga, generasi muda maupun masyarakat,” kata Bagus Erawan.

Sekilas dari konservasi yang dilakukan dimulai dengan ritual doa untuk memohon keselamatan kepada Hyang Widi Wasa agar acara pensucian lontar-lontar tersebut berjalan dengan baik.

Mayoritas lontar-lontar tersebut yang masih cukup baik dan bisa terbaca ini berisikan tentang kawisesan, usadha, filosofi hingga kakawin kisah Mahabarata. “Saya perkirakan lontar-lontar ini ada yang berusia 350 tahun atau seumuran dengan berdirinya Puri Anyar Kerambitan pada tahun 1650,” kata Bagus Erawan.

Baca Juga :  Api Membara di Bangunan Lama Lapas Kerobokan Badung, Tidak Ada Korban Jiwa

Kata lontar memiliki kaitan erat dengan sumber bahan dasar pembuatannya, yaitu rontal/daun ental/tal (sejenis daun palma/borassus flabelliformis). Lontar sebagai produk budaya kaya makna telah mengangkat citra tradisi Bali di tengah-tengah pergaulan peradaban masyarakat dunia. Warisan budaya yang satu ini juga telah memberikan aura keluhuran dan mentransmisikan keunggulan pemikiran masyarakat Bali yang melahirkannya. Tradisi lontar di Bali memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan umur yang tua seiring dengan nilai-nilai sejarah, agama, filsafat, pengobatan, sastra, dan ilmu pengetahuan tinggi lainnya.

Sementara itu I Nyoman Widana, Korcam Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Kerambitan yang turut aktif dalam kegiatan ini menyatakan bahwa lontar yang diidentifikasi kebanyakan berada di sekitar tahun 1800 hingga 1900an.

Yang menarik dalam kegiatan yang dilangsungkan hingga sore, adalah kehadiran beberapa warga negara asing (WNA) asal AS, Rusia, dan Australia di Puri Anyar Kerambitan. Namun sebagaimana pengunjung lainnya, para ekspatriat ini harus menjalani cek temperatur sebelum masuk areal puri dan mengikuti protokol kesehatan.

“Mereka para kaum ekpatriat yang berbisnis di Bali. Mereka tahu adat budaya Bali seperti herbal, dan selama ini mereka menikmati dedaunan menjadi obat. Kini mereka bisa menyaksikan sendiri bahwa dalam lontar usadha ternyata memang ada,” pungkas Erawan. (hd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here