Balinetizen.com, Buleleng
Atlet Aeromodeling binaan KONI Buleleng, Putu Valiant Laksana Dharma berhasil gemilang meraih medali emas pada nomor Drone Race 5 Inch dalam Open Tournament Drone Racing Panglima TNI Cup 2026 di Lanud Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada tanggal 10 – 11 Oktober 2026. Yangmana prestasi ini menambah catatan keberhasilan atlet berusia 17 tahun asal Buleleng itu di kancah nasional.
Dalam kejuaraan tersebut, Valiant Laksana Dharma harus melewati persaingan 26 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia, meliputi wilayah Jawa, Sumatera, Bali, dan Sulawesi.
Kompetisi diawali dengan babak kualifikasi untuk menentukan 16 peserta yang berhak melaju ke fase eliminasi. Dalam setiap round, empat pilot bersaing dengan sistem double elimination untuk memperebutkan dua posisi terbaik.
Pelatih Pengkab Aeromodeling Buleleng, Oka Darma saat dihubungi pada Minggu (11/10/2026) mengatakan keberhasilan Valiant Laksana Dharma tidak terlepas dari kemampuan menjaga fokus dan konsentrasi sepanjang perlombaan. Tantangan semakin terasa pada babak final ketika drone yang dikendalikan Valiant Laksana Dharma sempat bertabrakan dengan peserta lain.
“Valiant sempat mengalami tabrakan pada babak final, tetapi mampu melakukan pemulihan dan melanjutkan balapan hingga garis finis,” jelas Oka.
Menurutnya drone racing merupakan olahraga kedirgantaraan yang membutuhkan keterampilan teknis, ketepatan pengendalian, dan kesiapan mental. Peralatan yang digunakan juga memiliki spesifikasi khusus. Misalnya pada nomor 5 Inch, drone menggunakan baterai lithium polymer (LiPo) 4–6S.
“Kebutuhan perangkat tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pembinaan atlet,” ucap Oka sembari nenyebut selain menyiapkan unit drone dan baterai, atlet juga membutuhkan sarana latihan serta biaya untuk mengikuti kejuaraan. Kondisi ini dinilai dapat menjadi kendala bagi calon atlet yang ingin menekuni olahraga tersebut secara serius.
“Peralatan drone racing memiliki spesifikasi khusus dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, dukungan pendanaan, fasilitas latihan, serta organisasi atau klub yang menaungi atlet sangat diperlukan,” terangnya.
Oka menambahkan, keterbatasan peralatan dan fasilitas latihan juga memengaruhi kesiapan atlet ketika menghadapi persaingan internasional. Selain kualitas perangkat dan baterai, jam terbang menjadi faktor penting untuk meningkatkan kemampuan pilot.
“Untuk tingkat internasional, keikutsertaan atlet diharapkan menjadi kesempatan menambah pengalaman dan mengukur kemampuan menghadapi lawan yang lebih berpengalaman,” ujarnya.
Valiant Laksana Dharma mulai menekuni drone racing pada Tahun 2022. Sebelum meraih emas di Panglima TNI Cup 2026, ia mencatatkan medali perak pada Kejurnas Aeromodeling dan Drone 2025 nomor 5 Inch, medali emas pada Porprov Bali 2025, serta medali perunggu pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut.
Ke depan, lanjut Oka, Valiant dipersiapkan mengikuti Kejurprov, Asian Drone Racing Championship, dan Kejurnas. Target pembinaan diarahkan pada raihan medali emas di tingkat provinsi dan nasional.
“Kompetisi – kompetisi seperti ini menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan daya saing,” tutupnya. GS

