Rakon PKK Provinsi Bali 2020, Putri Suastini Koster : Jangan Buang Sampah ke “Tetangga” Lain

0
405
Balinetizen.com, Denpasar
Ketua TP PKK Tingkat Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster berharap penyusunan program terkait pengolahan sampah harus berbasis sumber. Di mana satu wilayah dengan wilayah lainnya tidak saling memindahkan sampah yang diproduksinya. Artinya jangan sampah yang kita punya dibuang ke tetangga lain.
Hal itu ditegaskan Ny. Putri Suastini Koster pada acara pembukaan Rakon PKK Provinsi Bali 2020, Selasa (11/2) di Denpasar.
 “Jika produksi sampah itu dari rumah kita, ya jangan dibawa ke rumah orang lain. Jika sampah itu adalah milik kabupaten kita, ya jangan di bawa ke kabupaten atau kota lain karena wilayah mereka itu bukan tempat penampungan yang selalu siap untuk mencium bau busuk sampah yang datang dari wilayah luar, ” ungkap Ny. Putri
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka acara rapat konsultasi PKK Tingkat Provinsi Bali tahun 2020, di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (11/2) meminta agar TP PKK baik Provinsi Bali, Kabupaten, Kecamatan bahkan Desa mampu menggerakkan struktur yang ada dan turut serta berperan aktif mensosialisasikan pengolahan, pemilahan dan mengarahkan masyarakat sekitar wilayah untuk bergerak menangani sampah secara serius.
Hal tersebut perlu dilakukan dengan serius, mengingat penimbunan sampah pada satu tempat pembuangan akhir akan menimbulkan masalah bagi wilayah yang bersangkutan.
“Sebaiknya pemilahan sampah dimulai dari intern rumah tangga sendiri, sehingga sasaran untuk memindahkan alur timbunan/ penumpukan sampah residu dapat diminimalisir, karena hal ini memiliki pengaruh cukup besar bagi kunjungan wisatawan ke Bali,” ungkap Gubernur Wayan Koster disela sambutannya.

Gubernur menambahkan bahwa TP PKK merupakan organisasi yang kuat dan berstruktur dari Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa bahkan Dusun/ Banjar yang memiliki peran penting dalam membangun masyarakat mulai dari ketahanan sandang, pangan, papan dan pendidikan bahkan menyangkut keberhasilan bersih atau tidaknya lingkungan. Organisasi PKK yang bersifat ex officio diharapkan mampu bekerjasama yang baik dengan pemerintah dalam mendukung visi dan misi pembangunan daerah ke arah yang lebih maju dan berkembang.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Gelar Gerakan Pangan Murah Pastikan Stabilisasi Pasokan Dan Pangan Jelang Hari Raya Idul Adha 
Ny. Putri Koster menambahkan regulasi pengolahan sampah harus jelas dan terukur dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, mengingat tidak semua sampah dapat diolah menjadi pupuk.
“Hal ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi semua pihak, mengingat pengolahan sampah juga sudah diatur ke dalam PERGUB Bali Nomor 47 Tahun 2019 Tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, ” katanya.
Salah satunya yakni mensosialisasikan penyediaan tempat sampah yang terpilah dan menggunakan sarana tempat sampah yang dikembangkan di desa/ komunitas masyarakat, yakni pemisahan sampah daun dan plastik.
Selanjutnya, pemilihan pemindahan sampah plastik bisa di lanjutkan ke bank sampah yang disiapkan pada satu titik per kabupaten/ kota atau wilayah yang memilikinya.
Sementara itu, Kadis PMD dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom mengatakan bahwa TP PKK selaku mitra Pemerintah diharapkan mampu mendukung dan memperluas jaringan melalui banjar yang kemudian disebut dasa wisma mampu mendukung program pemerintah yang sudah dirancang dan  dirangkum.

“Salah satunya adalah menstop cara konvensional (angkut-buang sampah) ke satu TPA, namun memulai peran aktif ibu rumah tangga untuk memilah sampah dari dalam (rumah tangga) dulu, karena hingga saat ini tercatat 4,284.281 ton sampah perhari yang dihasilkan rumah tangga di Bali (sesuai data BLH),”.

Rakon di akhiri dengan penyerahan hasil rumusan RAKON  dari Ketua TP PKK Provinsi Bali kepada TP PKK Kabupaten/ Kota se-Bali, dengan harapan dapat meningkatkan sinergitas antar TP PKK Provinsi dengan Kabupaten/ Kota se-Bali dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan melahirkan generasi yang cerdas, sehat, berprestasi dan unggul dalam kualitas.

Selain itu ditekankan agar setiap program yang di dalam terdapat sejumlah kegiatan dapat dilaksanakan secara simultan dan berkelanjutan.
Editor : Whraspati Radha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here