Rakor Polres Jembrana Bahas Penanganan Premanisme dan Penyakit Masyarakat

0
270
Balinetizen.com, Jembrana
Polres Jembrana menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya menghadapi ancaman premanisme dan penyakit masyarakat lainnya. Kegiatan dilaksanakan di Aula Polres Jembrana pada Sabtu (17/5/2025) pagi.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menegaskan pentingnya sinergitas lintas sektor dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dari premanisme dan gangguan sosial lainnya.
“Rakor ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2025,” ujarnya.
Dari operasi tersebut, kata Kapolres, pihaknya berhasil mengungkap dan mengamankan empat pelaku tindak pidana, dua di antaranya merupakan target operasi (TO).
Dinamika kejahatan di Jembrana disebutnya, tidak lepas dari Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali di ujung barat. Salah satu temuan mencolok yakni maraknya anak punk tanpa identitas yang masuk ke Bali secara ilegal bahkan dengan bersembunyi di bak truk.
“Kami antisipasi sekecil apapun bentuk gangguan, termasuk dari sisi kependudukan,” sebutnya.
Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. M Adriansyah menyatakan siap mendukung penuh langkah-langkah kepolisian.
“Kami dari TNI siap membackup Polres Jembrana untuk menjaga ketertiban, terutama menjelang adanya pembangunan besar di wilayah Pengambengan yang diprediksi meningkatkan mobilitas masyarakat,” tegasnya.
Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Tjokorda Gede Arim M  Putra memaparkan sejumlah kerawanan yang menjadi perhatian, mulai dari pungutan liar, pemalakan, bentrokan antar ormas, geng motor, hingga modus penipuan oleh kelompok berkedok meminta sumbangan.
Untuk itu, sejumlah langkah strategis terus dijalankan, seperti patroli rutin ke kawasan rawan, giat sambang dan penyuluhan, razia pendatang, hingga KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) pasca Operasi Pekat Agung.
Namun demikian, sejumlah tantangan masih ditemui, seperti sikap masyarakat yang enggan melapor karena takut intimidasi, serta belum optimalnya penanganan yang bersifat preventif dan menyeluruh.
Kabag Ops juga merekomendasikan pembentukan Satgas Terpadu Anti-Premanisme serta razia berkala yang melibatkan semua elemen—TNI, Polri, Satpol PP, Dinsos, hingga tokoh masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut semua peserta rakor sepakat menjalin kolaborasi guna menjaga Jembrana tetap aman dan kondusif.
Kegiatan rakor juga dihadiri para Kapolsek dan Danramil serta sejumlah pejabat dari instansi terkait seperti Dishub, Dinsos, Satpol PP dan tokoh masyarakat. (Komang Tole)
Baca Juga :  Percepat Penurunan  Stunting, TP PKK  Denpasar  Kembali Serahkan Bantuan 160 Paket PMT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here