Ratusan Pohon Mangrove Mati di Bali, Diduga Akibat Kebocoran Pipa BBM

0
370

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Dugaan adanya faktor eksternal menguat dalam kasus matinya ratusan pohon mangrove di kawasan Pelindo Benoa, tepatnya di sisi barat jalan pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan.

Salah satu dugaan yang mencuat adalah kebocoran pipa bahan bakar minyak (BBM) yang diduga milik Pertamina berada di jalur distribusi kawasan tersebut.

Dugaan itu disampaikan setelah I Nyoman Parta, Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (20/2/2026). Peninjauan dilakukan menyusul kejanggalan yang ia lihat secara kasat mata saat melintas di jalur tol sepulang dari Jakarta.

Merasa ada yang tidak wajar, Nyoman Parta tak hanya meninjau dari darat, tetapi juga menyewa jukung untuk melihat kondisi mangrove dari laut. Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan sekitar 200 hingga 300 pohon mangrove mati secara bersamaan. Jenis mangrove yang terdampak antara lain Sonneratia alba (prapat), Rhizophora apiculata (bakau), dan Avicennia marina (api-api).

“Datang dari Jakarta saya lihat kok banyak mangrove yang mati. Ini kematian yang bukan karena umur, tapi karena faktor luar. Kita akan minta pihak Tahura, Pelindo, dan Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol untuk menjelaskan kenapa ratusan mangrove ini mati,” tegas Nyoman Parta.

Dalam peninjauan dari laut, ia didampingi komunitas pecinta mangrove Mangrove Ranger serta kelompok nelayan Simbar Segara yang selama ini aktif melakukan pemantauan dan konservasi mangrove di kawasan Benoa. Berdasarkan pemantauan mereka, kematian mangrove tersebut sangat kecil kemungkinannya disebabkan faktor alami.

Dugaan sementara mengarah pada penyebab eksternal, salah satunya kebocoran pipa BBM. Kecurigaan ini menguat karena pada sekitar November 2025 diketahui ada kegiatan pemeliharaan pipa BBM di jalur distribusi dari Pelabuhan Benoa menuju Pangkalan Pertamina Pesanggaran. Para pegiat mangrove mengakui, tanda-tanda kelayuan pohon mulai terlihat sejak periode tersebut.

Baca Juga :  Pantau Secara Serius, Bupati Tabanan Cek Langsung Pembangunan Jalan Pemanis-Kuta Bali

“Saya curiga ini bukan faktor alami. Memang perlu dibuktikan secara ilmiah, tetapi berdasarkan informasi awal, ada dugaan kebocoran pipa BBM milik Pertamina atau perusahaan lain yang beroperasi di kawasan ini,” ujarnya.

Atas temuan itu, Nyoman Parta secara terbuka meminta penjelasan resmi dari berbagai pihak yang memiliki aktivitas di kawasan tersebut. Ia menyebut sejumlah pihak yang harus dimintai keterangan, mulai dari pengelola kawasan hingga perusahaan energi dan infrastruktur, seperti Pelindo, Pertamina, Jasa Marga, hingga Indonesia Power.

Tak hanya itu, politisi yang dikenal vokal dalam isu lingkungan ini juga mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan.

“Saya mohon kepada Polda Bali dan Kejati Bali untuk mengusut tuntas siapa yang bertanggung jawab. Ini mangrove di pinggir jalan, terlihat jelas oleh semua orang. Masa dibuat mati tanpa ada pertanggungjawaban,” tegasnya.

Nyoman Parta menegaskan, mangrove memiliki fungsi vital bagi ekosistem pesisir Bali, mulai dari penahan abrasi, penyerap karbon, hingga pelindung kawasan laut. Oleh karena itu, kematian massal mangrove di Benoa tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan penyebab, penegakan hukum, serta langkah pemulihan lingkungan yang serius dan terukur.(ist)

kampungbet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here