Rayakan HUT Pertama, Ciputra SMG Eye Clinic Siapkan Operasi Katarak Gratis bagi 50 Warga

0
138

Balinetizen.com, Denpasar-

Ciputra SMG Eye Clinic Bali merayakan ulang tahun pertamanya pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dengan menghadirkan layanan operasi katarak yang didukung teknologi medis modern. Pada momentum ini, klinik juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa operasi katarak gratis bagi 50 orang yang membutuhkan penanganan.

General Manager Ciputra Group, William Ciputra, mengatakan kehadiran Ciputra SMG Eye Clinic di Bali merupakan bagian dari visi menjadikan Pulau Dewata sebagai destinasi perawatan medis berkelas dunia. Menurutnya, pelayanan yang diberikan tidak hanya mengutamakan kualitas medis, tetapi juga pengalaman pasien selama menjalani perawatan. “Ketika pertama kali mempertimbangkan untuk masuk ke Bali, kami memang memiliki visi yang sejalan dengan pemerintah, yaitu menjadikan Bali sebagai destinasi untuk mendapatkan perawatan medis berkelas dunia,” ujar William.

Ia menambahkan, kenyamanan pasien menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan layanan klinik. “Kami harus memastikan bahwa produk atau layanan yang diberikan kepada konsumen, khususnya pasien, tidak hanya berkelas dari sisi medis, tetapi juga dari sisi hospitality. Kami ingin ketika pasien datang, mereka tidak hanya merasa sedang berada di tempat untuk mendapatkan perawatan, tetapi juga merasakan suasana seperti masuk ke hotel,” tambah William.

Dalam rangkaian perayaan ulang tahun pertama tersebut, Ciputra SMG Eye Clinic Bali juga menjalankan program CSR berupa operasi katarak gratis bagi 50 orang yang membutuhkan. William menjelaskan bahwa pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perencanaan dan kesiapan pelayanan. “Untuk melayani orang itu kita perlu perencanaan dari awal… kalau kita mau melayani sebanyak empat puluh orang lagi, itu perlu ada perencanaan… buka satu batch lagi… sampai terkumpul nanti lima puluh,” ujar William.

Baca Juga :  Telkom Siap Sinergi dengan Pemrov Bali, Dukung Turyapada Tower dan Pasang CCTV seluruh Bali, Koster Komit Bali Zero Blank Spot

Calon penerima program terlebih dahulu menjalani skrining mata untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan penanganan. Pendaftaran dilakukan melalui tautan yang disediakan, sedangkan peserta yang datang langsung bergantung pada ketersediaan kuota. Calon peserta dianjurkan melakukan reservasi terlebih dahulu. Program ini juga berkaitan dengan momentum Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day yang diperingati pada 8 Oktober 2026.

Dari sisi layanan medis, Head Doctor sekaligus dokter spesialis mata Ciputra SMG Eye Clinic Bali, dr. Ni Kompyang Rahayu, Sp.M(K), menjelaskan bahwa katarak terjadi ketika lensa mata mengalami kekeruhan. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan pertambahan usia, tetapi juga dapat terjadi pada usia lebih muda, bahkan pada bayi. “Untuk mendukung penanganan katarak, klinik menghadirkan teknologi operasi menggunakan metode phacoemulsification dengan bantuan gelombang ultrasonik melalui The New CENTURION® Vision System by Alcon, serta mikroskop ZEISS OPMI LUMERA 700 yang membantu dokter memperoleh visualisasi lebih detail selama tindakan,” jelas dr. Rahayu.

dr. Rahayu menerangkan sebelum operasi, pasien dapat menjalani pemeriksaan penunjang, termasuk Optical Coherence Tomography (OCT), untuk melihat kondisi retina dan saraf mata serta mengidentifikasi kemungkinan gangguan lain di luar katarak. Pemeriksaan ini membantu dokter memperkirakan potensi hasil penglihatan setelah operasi. “Dari OCT, kita bisa melihat apakah ada kelainan-kelainan pada pasien selain katarak. Sehingga kita bisa tahu kalau kita melakukan operasi katarak, hasilnya bagaimana. Kalau ternyata sarafnya rusak, hasilnya juga akan berbeda. Jadi, dari sana kita bisa memperkirakan hasil penglihatan setelah operasi katarak,” terang dr. Rahayu.

Menurutnya, tren operasi katarak kini tidak hanya berfokus pada kemampuan pasien untuk kembali melihat, tetapi juga pada kualitas penglihatan setelah tindakan. Sebagian pasien berharap dapat mengurangi ketergantungan pada kacamata. “Kalau dulu trennya adalah pasien yang tidak bisa melihat menjadi bisa melihat lagi. Sekarang trennya sudah bergeser. Pasien ingin memiliki kualitas penglihatan yang lebih baik dari sebelumnya. Kalau sebelumnya memakai kacamata, mereka ingin setelah operasi katarak bisa terbebas dari kacamata. Untuk memenuhi ekspektasi pasien seperti itu, kami juga memiliki beberapa alat diagnostik yang mendukung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kejati Bali Terima Pelimpahan Tahap II WN Rusia Atas Kasus Pemerasan

Selain layanan katarak, Ciputra SMG Eye Clinic Bali juga menyediakan layanan koreksi penglihatan menggunakan teknologi SMILE Pro Flapless LASIK dengan perangkat ZEISS VisuMax 800. Dokter spesialis mata, dr. Ni Luh Made Novi Ratnasari, Sp.M, menjelaskan bahwa hasil tindakan LASIK maupun SMILE Pro dapat bertahan lama, tetapi tetap bergantung pada kondisi pasien dan ketepatan proses skrining sebelum tindakan. “Jadi kalau LASIK sendiri, LASIK, SMILE Pro, itu termasuk mayoritas yang semi-permanen. Kalau contoh dilakukan LASIK, sebagian besar itu juga permanen hasilnya jika pola, itu kita screening-nya baik,” ujar dr. Novi.

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan mata secara menyeluruh sebelum tindakan untuk memastikan pasien memenuhi kriteria dan mendapatkan rekomendasi yang sesuai. Hasil koreksi penglihatan tidak dapat disamaratakan karena kondisi setiap pasien berbeda.

Selain pemeriksaan sebelum tindakan, dr. Novi mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan mata dalam aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang banyak bekerja di depan layar. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah aturan 20-20-20. “Jadi kalau ada pasien-pasien sekalian yang screening-nya cukup intens, dan tepat, itu ada rekomendasikan rule 20/20 dari WHO, yaitu kita setiap 20 menit dari depan layar hanya berdiri, kemudian bisa lihat sejauh 20 detik, selama 20 detik. Jadi rule-nya sebenarnya simpel. Itu bisa kita lakukan sehari-hari juga ketika kita bekerja di depan…” jelasnya.

Aturan 20-20-20 dilakukan dengan mengalihkan pandangan dari layar setiap 20 menit untuk melihat objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi kelelahan mata akibat penggunaan layar dalam waktu lama.

Melalui pengembangan layanan operasi katarak, teknologi koreksi penglihatan, serta program CSR, Ciputra SMG Eye Clinic Bali berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap perawatan mata sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan berkualitas di Bali.

Baca Juga :  Generasi Muda Satukan Dukungan untuk Gubernur Koster, BEM Undiknas: Terobosan Cepat Tekan Sampah Plastik Sekali Pakai

 

bn/radha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here