Refleksi Raina Tilem Ketiga, Krisis Kemanusiaan Zaman NOW, Manusia Meninggalkan Dharmanya Menjadi “Pelacur” Kehidupan

0
212

Penulis : Jro Gde Sudibya, intelektual Bali, pengamat kecenderungan masa depan.

 

Jum’at 11 September 2026, raina Tilem Ketiga. Di sejumlah desa Bali Pegunungan dengan warisan tradisi Bali Mula yang kental, raina Tilem Ketiga yang lazimnya berlangsung di Pura Dalem disebut dengan bhakti NYUMUN SARI. Dalam bahasa sederhana bhakti “menjemput” Sari, Sari mertha kehidupan, berangkat dari keyakinan yang berpijak sebut saja teo-filosofi, “yoga samadhi” para Bhatara-Bhatari mengarah ke Ida Sang Hyang Widhi Wasa, melahirkan jejak rokhani, sebagai spirit spiritualitas yang memberikan vibrasi pada lingkungan sosial krama yang sekaligus “penyungsung” Ida Bhatara-Bhatari.

Vibrasi yang menstimulasi ketenangan, kecerdasan, kedamaian, kesucian diri, yang melahirkan spirit diri, elan vitalitas diri dalam menjalankan Dharma kehidupan.
Vibrasi spiritualitas yang dengan begitu mudah ditangkap, diserap bagi insan-insan manusia yang berperilaku baik, dan selalu nunas kerahayuan -mapakardi hayu-.

Upakara piodalan NYUMUN SARI ini mencapai puncaknya raina Purnama Kapat lazimnya di Pura di atas Bukit, pemujaan Tuhan Wisnu Cri Narayana.
Aed upakara NYUMUN SARI memberikan pesan moral kesadaran, prilaku baik konsisten berkelanjutan plus selalu “nunas” rahayu, menjadi begitu penting di tengah fenomena kehidupan insan-insan manusia meninggalkan Dharmanya dan kemudian “jatuh” tersungkur menjadi “pelacur” kehidupan.
Mereka yang mengingkari Dharmanya, melanggar etika dan susila – tilar ring sesana-, tidak satunya kata dan perbuatan “nitya wacana”, tidak lebih dari “pelacur” kehidupan. Kekuasaan yang tampak luar megah dan mentereng ternyata menjadi pangkal penyebab korupsi sekala raksasa. Titel yang berderet sekadar “penjual” pengetahuan eceran tidak memikirkan dampaknya buat kepentingan publik, atau sekadar justififilasi, pembenaran dari kekuasaan yang korup. Sebut saja para “pelacur” kehidupan.
Krisis Kemanusiaan Zaman NOW.

Baca Juga :  Sekda Buleleng Ajak Undiksha Perhatikan Kompetensi Saat Mengirim Mahasiswa PKL

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here