Balinetizen.com, Denpasar
MVP Pictures mempersembahkan kolaborasi perdana dengan DiaryMisteriSara (DMS) melalui film horor terbaru berjudul Cerita Lila, yang diadaptasi dari kisah penelusuran populer yang dibawakan oleh Sara Wijayanto di kanal YouTube DMS. Episode “Cerita Lila” menjadi salah satu konten paling fenomenal dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton, serta mendapat respons luas dari publik. Melihat antusiasme tersebut, DMS bersama MVP Pictures menghadirkan kisah ini ke layar lebar dengan pendekatan yang lebih sinematik dan emosional. Cerita Lila dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Juni 2026. Produser MVP Pictures, Amrit Punjabi, mengungkapkan bahwa proses pengembangan film ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. “Banyak kreator horor telah lebih dulu membawa karya mereka ke layar lebar. Namun untuk Cerita Lila, kami memilih untuk menunggu hingga cerita ini benar-benar siap untuk diadaptasi secara maksimal,” ujarnya. Menghadirkan sudut pandang yang berbeda dalam genre horor, Cerita Lila tidak hanya menawarkan teror, tetapi juga menghadirkan lapisan emosi yang kuat. Film ini mengikuti kisah arwah seorang anak kecil bernama Lila (9), yang terjebak dalam kenangan terakhir hidupnya dengan satu harapan sederhana—menemukan saudari kembarnya, Lili. Penantiannya di rumah lama mulai berubah ketika seorang anak bernama Nia (8) dan Tari (30) Ibu kandungnya, datang untuk menjual rumah tersebut. Kehadiran Nia yang mampu melihat serta berkomunikasi dengannya menjadi satu-satunya harapan untuk Lila. Namun, keberadaan Tari dan Nia di rumah itu justru mengusik sosok Rahma—ibu kandung Lila yang menyimpan luka dan dendam dari masa lalu—membawa ancaman yang semakin nyata. Seiring waktu, batas antara dunia nyata dan dunia lain mulai kabur, menciptakan ketegangan yang terus meningkat dan menempatkan Nia beserta Tari dalam situasi berbahaya. Dalam kondisi tersebut, Nia meminta bantuan Sara Wijayanto bersama Wisnu Hardana untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi yang terjadi, sekaligus membantu Lila menemukan kedamaian sebelum semuanya terlambat. Sara Wijayanto mengungkapkan bahwa kisah ini menjadi salah satu pengalaman yang paling membekas sepanjang perjalanannya. “Dari sekian banyak penelusuran yang pernah saya jalani, Cerita Lila adalah salah satu yang paling sulit untuk saya lupakan. Ada rasa kehilangan yang sangat dalam, yang tidak hanya terasa secara spiritual, tapi juga emosional. Kisah ini bukan sekadar tentang hal-hal mistis, tapi tentang hubungan, tentang keluarga, dan tentang luka yang belum sempat sembuh. Saya berharap versi filmnya bisa menyampaikan perasaan yang sama—bahkan mungkin lebih dalam—kepada penonton,” ungkapnya. Sutradara Bobby Prasetyo menegaskan bahwa film ini membawa pendekatan yang lebih dalam dari sekadar horor konvensional. “Cerita Lila bukan hanya tentang ketakutan, tetapi tentang luka keluarga, trauma yang tertinggal, dan jiwa-jiwa yang belum sempat pulang. Ketakutannya justru datang dari rasa kehilangan yang sangat manusiawi,” jelasnya. Dengan perpaduan antara misteri, ketegangan, dan emosi, Cerita Lila diharapkan dapat menghadirkan pengalaman sinematik yang tidak hanya mencekam, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan penonton Indonesia. Film ini dibintangi oleh deretan aktor dan aktris berbakat, di antaranya Lutesha, Shareefa Daanish, Myesha Lin, Firzanah Alya, Sara Wijayanto, Wisnu Hardana, Whani Darmawan, Jovial Da Lopez, Aci Resti, Eduwart Manalu, Enrico Winaldy, Kiara Virly, serta Annisa Hertami. Tentang PT Tripar Multivision Plus Tbk (“MVP”): MVP adalah perusahaan produksi film yang dirintis oleh Bapak Ram Punjabi yang telah berkecimpung di industri perfilman Indonesia selama lebih dari 50 tahun. MVP telah berhasil membesarkan nama aktor dan aktris Indonesia melalui film-film box office dan sinetron terpopuler seperti Doaku Harapanku, Tersanjung, Jin & Jun dan masih banyak judul-judul hits lainnya. Visi MVP adalah menjadi perusahaan hiburan terintegrasi terbesar di Indonesia dan berinovasi dengan kreatifitas pada level tertinggi, menyajikan hiburan yang dipersembahkan oleh tim berpengalaman di industri ini dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. MVP juga telah berkontribusi dalam ekosistem perfilman di Indonesia dengan melakukan aksi korporasi dan secara resmi mencatatkan saham perdananya untuk publik atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Mei 2023 yang lalu dengan ticker code RAAM. (rls)

