Balinetizen.com, Jakarta
Revolusi Gen Z di Nepal, Gerak Sejarah yang Patut Disimak. Indonesia mesti belajar dari negara Nepal momentum penguasa untuk berbenah diri, melakukan koreksi kebijakan dalam konteks Indonesia memenuhi “17+8 Tuntutan Rakyat”, yang jauh lebih moderat dengan revolusi sosial yang sedang berlangsung di Nepal.
Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi dan kecenderungan masa depan, Sabtu 13 September 2025 menanggapi aksi demo di Nepal yang dipelopori Gen Z.
Menurut Jro Gde Sudibya, Nepal barangkali sebuah negeri tragedi, penduduknya miskin, dengan rata-rata pendapatan per kapita 1,447 Dolar AS, kurang dari separuh rata-rata pendapatan per kapita Indonesia.
Dikatakan, dipimpin oleh Perdana Menteri dari Partai Komunis Nepal yang sarat dengan gagasan sosialistik. Menteri Keuangan adalah istri dari ketua parlemen, dari partai lainnya yang menguasai mayoritas suara di parlemen.
Menurutnya, Nepal adalah Negeri yang sarat kolusi dengan para oligarki, penguasa yang merupakan orang kaya baru, yang keluarganya memamerkan kekayaan secara hedonistik di medsos dengan cara flexing.
Dikatakan, Nepal adalah Negeri yang sarat ketidak-adilan, dengan angka pengangguran tinggi.
Menurut Kompas (11/9) setiap hari 2,000 orang muda Nepal mencari kerja ke luar negeri, yang memberi indikasi beratnya kehidupan kaum muda Nepal.
Protes kaum Gen Z yang awalnya berjalan normal, karena tindakan keras aparat dan penutupan platform digital, kaum Gen Z melakukan perlawanan secara keras, sehingga banyak fasilitas publik hancur.
Intensitas kekerasan yang berlangsung, bentuk “people power” kalangan muda dengan kategori revolusi sosial. Dalam bahasa puitik “revolusi sosial oleh kaum muda bersemi di Nepal”.
“Belajar dari Nepal momentum penguasa untuk berbenah diri, melakukan koreksi kebijakan dalam konteks Indonesia memenuhi “17+8 Tuntutan Rakyat”, yang jauh lebih moderat dengan revolusi sosial yang sedang berlangsung di Nepal,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi dan kecenderungan masa depan.
Jurnalis Nyoman Sutiawan

