ROOTS Hadir di Ubud, Bali: Cek Tanggalnya!

0
266

ket foto : ist

Balinetizen.com, Gianyar 

Bali akan kembali menjadi pusat perhatian dunia seni pada 24 Mei – 14 Juni 2025 dengan kehadiran pameran seni rupa bertaraf internasional bertema Seratus Tahun Walter Spies di Bali. Pameran ini bertajuk ROOTS dan akan digelar di Museum ARMA, Ubud.

ROOTS merupakan kelanjutan dari pameran yang sebelumnya dipresentasikan di Basel, Swiss, dari bulan Agustus hingga November tahun lalu. Kulturstiftung Basel H. Geiger | KBH.G menyampaikan kebanggaannya karena sebagian karya dari pameran ROOTS kini hadir di tanah Bali. Di balik proyek prestisius ini berdiri nama Michael Schindhelm—penulis, pembuat film, sekaligus kurator ternama yang menggarap proyek ini dengan penuh dedikasi.

Pameran ROOTS berpusat pada kehidupan dan warisan Walter Spies (1895–1942), seniman kelahiran Rusia yang berkontribusi besar dalam membentuk wajah budaya Bali modern. ROOTS bertujuan menunjukkan pengaruh mendalam Spies terhadap Bali, sambil menelaah dinamika pascakolonial selama 100 tahun terakhir di pulau ini.

Sorotan utama dalam pameran ini adalah Villa Iseh, tempat peristirahatan yang dibangun Spies di Karangasem pada 1937. Villa ini pernah menjadi tempat tinggal sementara bagi tokoh dunia seperti David Bowie, Yoko Ono, dan Mick Jagger. ROOTS juga membahas isu-isu seperti pariwisata massal, degradasi lingkungan, dan dinamika identitas budaya Bali.

Pameran ini turut menampilkan karya seniman lokal seperti pelukis Made Bayak dan seniman grafis Gus Dark. Karya mereka menyuarakan perjuangan masyarakat Bali dalam mempertahankan identitas budaya di tengah modernitas. Instalasi dan film yang dihadirkan menyentuh momen penting sejarah Bali, termasuk peristiwa kelam genosida 1965.

Pengunjung juga akan disuguhi cuplikan dari film dokumenter fiksi ROOTS karya Michael Schindhelm. Film ini menggambarkan sosok Walter Spies yang “menghantui” lanskap Bali masa kini dan menjelajahi warisan budaya pulau ini dari sudut pandang Spies. Film ini menyuguhkan perjalanannya 99 tahun setelah kunjungan pertamanya ke Bali, disertai dialog imajinatif dengan para seniman dan tokoh Bali.

Baca Juga :  Wabup Kasta Minta Program Kerja WHDI Berkolaborasi Dengan Pemkab Klungkung

“Pameran Roots dan dokumenter yang berjudul sama, harus dipahami sebagai proyek memori kolektif dalam membahas aspek penting sejarah pascakolonial Bali: pengaruh budaya modern Barat terhadap tradisi budaya Bali. Sejarah Walter Spies yang penuh gejolak di Pulau Bali dan dampaknya terhadap transformasi Bali, selanjutnya berkembang menjadi destinasi wisata global dapat dipahami sebagai ‘warisan bersama’. Kehadiran ROOTS dengan para tokoh utama budaya Bali saat ini, berupaya menempatkan warisan yang ditinggalkan Walter Spies dalam konteks sejarahnya dan sekaligus memahami signifikansinya terhadap perkembangan Bali saat ini.”

Pameran ROOTS akan semakin hidup dengan kehadiran seniman seperti penari Dewa Ayu Eka Putri, musisi Putu Tangkas Adi Hiranmayena, koreografer internasional Wayan Dibia, serta pendiri Museum ARMA Agung Rai. Kolaborasi mereka menyulut kembali semangat Walter Spies dalam konteks seni dan budaya Bali kontemporer.

Walter Spies yang datang ke Indonesia pada tahun 1923 dari Eropa, dikenal sebagai pelopor modernisme di Bali. Ia mengalami transformasi artistik yang mendalam di bawah pengaruh seni Bali. Meskipun pernah menjalin hubungan erat dengan tokoh seni besar Eropa seperti Oskar Kokoschka, Otto Dix, hingga Charlie Chaplin, nama Spies justru lebih dikenang dan dihormati di Bali daripada di Eropa.

Film dokumenter ROOTS akan diputar di berbagai lokasi di Bali dari tanggal 21 Mei hingga 14 Juni 2025. Sebagai penutup, acara puncak akan berlangsung di Museum ARMA dengan pemutaran film khusus dan pemberian penghargaan kepada pelajar pemenang kompetisi ulasan film.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here