Balinetizen.com, Jembrana –
Total sampah yang dihasilkan pasca momen arus mudik Lebaran 2026 di beberapa titik di wilayah Kelurahan Gilimanuk diperkirakan tembus hingga belasan ton. Saat dilakukan pembersihan telah terkumpul sekitar 9 ton sampah.
“Yang sudah diangkut ke TPA setelah kita melakukan bersih-bersih ada sekitar 9 ton,” ujar Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, 9 ton sampah yang telah diangkut berasal dari beberapa titik lokasi yang telah dibersihkan. Diantaranya sekitar 3,5 ton dari Terminal Manuver dan areal dalam pelabuhan Gilimanuk dan areal buffer zone Terminal Kargo serta dua gang pemukiman warga terkumpul sekitar 4,5 ton.
“Sebelumya, kita sempat melakukan pembersihan sampah dibeberapa lokasinya, itu ada sekitar 1,5 ton. Total ada sekitar 9,5 ton sampah yang terkumpul,” sebutnya.
Sampah, kata dia, didominasi plastik dan Styrofoam dan sampah residu dan jumlah sampah pasca mudik tahun ini sudah melampaui total berat sampah pada momen yang sama tahun 2025 lalu kisaran 7 ton.
Ia memperkirakan total berat sampah tahun ini hingga mencapai belasan ton. Karena masih ada beberapa lokasi yang belum dibersihkan. Seperti gang-gang pemukiman, jalur utama, hingga jalan di wilayah hutan TNBB.
“Kalau semua dibersihkan, perkiraan sampai sekitar belasan ton sampah. Tahun ini memang sangat padat,” jelasnya. (Komang Tole)

