Selang Sehari, Dua Penemuan Bayi Hebohkan Badung: Bayi di Semak-Semak dan Mayat Bayi di Tukad Mati

0
18

Ket foto : TKP penemuan bayi meninggal di Tukad Mati, Jalan Tuan Lange, Kuta, Badung

 

Balinetizen.com, Badung

 

Warga Bali digegerkan dengan dua peristiwa penemuan bayi perempuan di wilayah Kabupaten Badung yang terjadi hanya dalam selang waktu satu hari. Mirisnya, satu bayi ditemukan masih hidup di semak-semak kawasan Jimbaran, sementara bayi lainnya ditemukan telah meninggal dunia mengambang di aliran Tukad Mati, Kuta.

Peristiwa pertama terjadi pada Jumat malam, 22 Mei 2026 sekitar pukul 23.43 Wita. Seorang pria bernama Matias Lau Kolly (25) menemukan seorang bayi perempuan dalam kondisi hidup di semak-semak di Jalan Goa Betel, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan itu bermula saat Matias pulang bekerja dan melintas di kawasan tersebut. Tiba-tiba seekor kucing melintas di depan sepeda motornya hingga membuat dirinya berhenti. Saat itulah ia mendengar suara tangisan bayi dari arah semak-semak.

Karena merasa curiga, Matias kembali ke tempat kos untuk memanggil saudaranya guna memastikan sumber suara tersebut. Saat kembali ke lokasi, keduanya menemukan bayi perempuan dalam keadaan menangis, terbungkus kain merah dan dimasukkan ke dalam tas kantong berwarna biru.
Bayi tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Udayana dengan didampingi kepala lingkungan setempat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dari hasil pemeriksaan awal, bayi perempuan itu dalam kondisi sehat dengan berat badan 2.900 gram dan panjang tubuh 48 centimeter.

Namun belum reda kehebohan penemuan bayi di Jimbaran, warga kembali dikejutkan dengan penemuan mayat bayi perempuan di Tukad Mati, Jalan Tuan Lange, Kuta, pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 Wita.

Mayat bayi tersebut pertama kali diketahui setelah seorang saksi bernama Firman Setiawan (16) menerima informasi dari dua pemuda yang hendak memancing dan melihat sesosok bayi mengambang di sungai.
Firman kemudian memberitahukan hal tersebut kepada pemilik kos tempatnya tinggal, I Made Cakra (55). Keduanya lalu mendatangi lokasi dan memastikan adanya mayat bayi perempuan mengambang di aliran sungai sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Baca Juga :  BOMS Grasstrack & Motocross Championship 2025 Digelar di Jembrana

Hasil pemeriksaan Tim Identifikasi Polresta Denpasar menyebutkan bayi ditemukan dalam posisi miring ke kiri tanpa busana. Bagian tubuh sebelah kanan telah membiru. Organ tubuh korban lengkap dan tali pusar masih menempel, namun ari-ari sudah tidak ada.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh bayi.

Jenazah bayi kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. IGN Ngoerah Sanglah guna dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

Dua kejadian memilukan yang terjadi hanya dalam waktu berdekatan ini pun memicu keprihatinan masyarakat Bali. Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap siapa orang tua maupun pihak yang tega membuang bayi-bayi tersebut.

Kasi Humas mengaku masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kedua kasus tersebut.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here