Setahun Himpunan Mahasiswa Flores Di Singaraja, Gelar Aksi Gotong Royong Di Kawasan Pura Taman Sari Singaraja

0
47

 

Balinetizen.com, Buleleng

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) perdana,
Himpunan Mahasiswa Flores (HIMFLOR) NTT, Singaraja menggelar aksi gotong royong melakukan bersih-bersih di kawasan Wantilan Pura Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, pada Minggu (10/5/2026),

Aksi sosial itu diikuti sejumlah mahasiswa asal Flores yang tengah menempuh pendidikan di Singaraja. Dan juga mendapat dukungan anggota DPRD Buleleng dari Fraksi Golkar yakni Drh. I Nyoman Dhukajaya, yang terjun langsung melakukan bersih-bersih dikawasan Pura Taman Sari Singaraja.

Ketua HIMFLOR Singaraja, Marius Peka Lein mengatakan dilakukannya kegiatan gotong royong, sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan organisasi yang hampir genap satu tahun. Sekaligus juga guna mempererat solidaritas antar mahasiswa Flores perantauan di Singaraja.

“HIMFLOR telah berusia setahun, yang selama ini menjadi wadah komunikasi antar para mahasiswa asal Flores. Dan sekaligus juga menjadi jembatan komunikasi dengan masyarakat di Singaraja,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Yuztino Da Yakob Goja mengatakan, kegiatan sosial itu juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat di lingkungan tempat para mahasiswa tinggal dalam menempuh pendidikan.

“Kami berharap kegiatan bersih-bersih ini menjadi salah satu contoh kerja sama, dan saling merangkul di rantauan ini,” tandasnya.

Aksi para mahasiswa tersebut mendapat apresiasi dari Jero Kelian Pura Taman Sari, Ketut Windu Saputra. Ia menilai kegiatan itu mencerminkan nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada adik-adik mahasiswa Flores. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh dan memberi nilai positif dalam menjaga harmonisasi di tengah masyarakat,” katanya.

Selanjutnya pembina yang sekaligus juga Penasehat HIMFLOR Singaraja, Anthonius Sanjaya Kiabeni, menjelaskan pemilihan lokasi kegiatan di kawasan pura memiliki makna simbolis tentang pentingnya menjaga kerukunan dan menghormati budaya lokal.

Baca Juga :  Rumah Warga di Pendem Roboh

Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengimplementasikan filosofi ‘di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung’ dalam kehidupan sehari-hari selama berada di tanah rantau.

“Ditengah adanya pandangan dan perilaku negatif terhadap oknum tertentu, justru kami membangun interaksi sosial positif untuk menangkal imej negatif terhadap anak-anak asal Flores,” ujarnya.

Anthonius menegaskan, HIMFLOR akan terus mendorong berbagai kegiatan positif bagi mahasiswa asal Flores di Singaraja guna memperkuat nilai persaudaraan lintas suku, agama, dan golongan.

“Memaknai keberagaman dengan selalu menghormati kearifan lokal, itu yang selalu kami sampaikan kepada mahasiswa yang tergabung di HIMFLOR,” pungkasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here