Siaran Pers Peluncuran Situs Tanggapcovid.id “Aksi Nyata Lawan Corona”

0
466

Balinetizen.com, Jakarta-

 

Satu tahun sudah pandemi corona melanda dunia, termasuk Indonesia. Jutaan jiwa juga telah terkonfirmasi terpapar virus ini. Berawal dari kasus pertama yang ditemukan pada bulan Maret 2020 lalu, Presiden RI mengeluarkan Keppres No. 11 tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19 pada tanggal 31 Maret 2020 sebagai langkah pengendalian dan pencegahan COVID-19. Sejalan dengan itu, Pemerintah pun secara terus- menerus menggalakkan praktik 3M di tengah masyarakat; menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Kendati demikian, fakta di lapangan menunjukkan kasus positif terus mengalami kenaikan setiap harinya. Situs resmi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mempublikasikan per tanggal 1 Februari 2021 jumlah pasien positif telah mencapai 1.078.314 orang, pasien sembuh sebanyak 873.221 orang, dan korban meninggal 29.998 jiwa. Dengan pertambahan kasus yang sangat signifikan ini Indonesia pun menduduki posisi 19 dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia, berdasarkan data Worldometers. Masih merujuk data yang sama, di antara negara-negara Asia, Indonesia menempati urutan ke-4 penyumbang kasus COVID-19 terbanyak setelah India, Iran, dan Turki.

Berbagai data dan fakta di atas menunjukkan masih belum optimalnya penerapan langkah- langkah preventif penularan COVID-19 di Indonesia. Implementasi 3M dan penerapan adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat juga bisa dikatakan masih cukup rendah.

Berdasarkan baseline data Program Hygiene and Behaviour Change Coalition (HBCC) yang dilakukan di 10 kabupaten/kota dampingan menunjukkan bahwa 56% masyarakat pengguna fasilitas umum masih memiliki pengetahuan terbatas akan perilaku pencegahan COVID-19, termasuk dalam menerapkan 3M. Kemudian, hanya 32% fasilitas umum yang memiliki pedoman kebersihan dan daftar periksa pembersihan.

HBCC pun mencatat masih rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan perilaku 3M pada aktivitas sehari-hari, terutama bagi kelompok masyarakat ekonomi lemah di perkotaan, para pekerja harian yang masih terus melakukan mobilitas, dan kelompok masyarakat yang belum memiliki akses terhadap sarana dan prasarana air, sanitasi, dan higienitas. Rendahnya kepatuhan ini juga disebabkan karena kurangnya akses terhadap informasi dan pengetahuan yang tepat tentang bagaimana mencegah COVID-19.

Baca Juga :  Telkomsel Raih Penghargaan Frost & Sullivan Awards 2019

Melihat kesenjangan akses informasi dan lemahnya tingkat penerapan 3M di tengah masyarakat, sebagai bagian dari upaya yang dilakukan program HBCC bersama UK-AID, Unilever, dan SNV, maka dikembangkanlah situs tanggapcovid.id. Situs ini merupakan intervensi digital untuk menyediakan informasi praktis terkait COVID-19, termasuk perilaku 3M yang mudah diakses oleh publik guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan motivasi masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan sebagai bentuk aksi nyata melawan COVID-19.

“Kehadiran Tanggapcovid.id juga diharapkan bisa meluruskan rumor-rumor seputar COVID- 19 yang masih banyak beredar. Diharapkan pula situs ini bisa menjadi media pemicuan terhadap perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk 3M kepada masyarakat,” kata Saniya Niska, Project Manager HBCC SNV Indonesia.

Terkait dengan masih banyaknya rumor yang beredar di tengah masyarakat, Saniya menyatakan bahwa Tanggapcovid.id menyediakan fitur Ketahui Fakta yang dapat menjadi rujukan informasi akurat seputar COVID-19 kepada masyarakat. Beredarnya rumor ini memang menjadi salah satu perhatian karena hal itu disinyalir menjadi salah satu penyebab masih rendahnya kepatuhan masyarakat akan penerapan perilaku sesuai protokol kesehatan, termasuk 3M.

Dalam rangka menyebarluaskan dan mempromosikan website Tanggapcovid.id, SNV bersama dengan berbagai mitra seperti Bappenas & Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan mengadakan rangkaian kegiatan sosialisasi dan promosi di tingkat nasional dan daerah, mulai dari webinar, Instagram live, Podcast, serta media gathering yang dihadiri oleh para narasumber potensial, termasuk influencer ternama.

“Harapannya semua rangkaian ini bisa memicu banyak pihak yang tertarik untuk menggunakan dan menyebarluaskan situs Tanggapcovid.id, dan mendorong masyarakat untuk konsisten menerapkan perilaku sesuai protokol kesehatan di era hidup baru ini,” ujar Saniya.
Mulai dari Informasi, Edukasi, Hingga Interaksi

Baca Juga :  Generasi Muda Melek Transisi Energi, Srikandi PLN Hadir di Universitas Bali Internasional

Sebagai sebuah website interaktif untuk isu COVID-19, ada 3 fitur menarik yang berisi banyak informasi dan pengetahuan di dalam Tanggapcovid.id yaitu fitur Ketahui Fakta, Dapatkan Tips, dan Terlibatlah yang semuanya memiliki keunggulan masing-masing.

Sesuai namanya, fitur pertama, Ketahui Fakta, berisikan berbagai informasi terkini, akurat, dan terpercaya seputar COVID-19. Fitur ini juga menampilkan dan mengklarifikasi berbagai rumor-rumor yang banyak beredar dan diyakini di tengah masyarakat. Salah satu contoh

mitos yang ditampilkan dan diluruskan pada situs ini ialah tentang keharusan menggunakan sabun anti bakteri untuk mencuci tangan dan ‘membunuh’ virus corona, padahal faktanya semua jenis sabun bisa digunakan untuk menjaga tangan tetap bersih guna mencegah penyebaran virus.

Kedua, Dapatkan Tips, dalam fitur ini informasi utama yang disampaikan ialah mengenai berbagai tips yang mudah dan efektif yang bisa dilakukan semua orang untuk menjaga kesehatan di masa pademi ini. Contoh tips yang disampaikan ialah 3 cara efektif menghentikan penyebaran COVID-19. Untuk menambah edukasi dari para pengguna pada fitur ini juga ditampilkan video tentang praktik cuci tangan pakai sabun yang benar dan tepat, sabagai salah satu upaya melindungi diri dari penularan virus corona, terutama setelah melakukan berbagai aktivitas.

Fitur ketiga ialah Terlibatlah. Keberadaan fitur ini cukup unik karena pada fitur ini para pengunjung situs diminta untuk terlibat dan beraksi dengan membuat ikrar untuk patuh menjalankan protokol kesehatan, termasuk 3M. Pengembangan fitur ini bertujuan untuk menarik komitmen masyarat, sekaligus memicu mereka untuk patuh menjalankan protokol kesehatan seperti Ikrar Cuci Tangan, Ikrar Memakai Masker, dan masih banyak lagi.

Selain ketiga fitur yang telah dijelaskan, hal menarik lainnya ialah adanya fitur kuis dan tantangan yang akan memberikan edukasi interaktif kepada para pengguna. Pada kedua fitur ini akan ada banyak pertanyaan-pertanyaan menarik seputar COVID-19 yang bisa pengguna isi untuk menambah pengetahuan agar terbebas dari segala macam rumor yang tidak benar.

Baca Juga :  Kodam XVII/Cenderawasih Bersama FKUB Kab. Keerom Gelar Serbuan Vaksinasi

Keistimewaan lainnya yang juga ditawarkan yaitu informasi yang disampaikan dijamin akurat dan terpercaya, beban kuota yang cukup rendah, dan update informasi rutin secara berkala tentang berita perkembangan COVID-19.

Juru Bicara dan Kepala Bidang Media dan Komunikasi Kedutaan Besar Inggris, John Nickell, pada acara peluncuran situs menyatakan bahwa dalam mengendalikan penyebaran virus COVID-19, perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak) adalah langkah sederhana yang dapat kita lakukan. Kendati demikian, untuk mengadopsi perilaku ini masyarakat tetap membutuhkan kemampuan, kesempatan, dan motivasi.

“Kami meningkatkan kemampuan serta peluang masyarakat melalui berbagai proyek pencegahan COVID-19, seperti penyediaan sabun, penyediaan fasilitas sanitasi, dan lain sebagainya. Situs Tanggapcovid.id melengkapi upaya kami dengan meningkatkan motivasi masyarakat dalam mempraktikkan perilaku 3M dan membekali mereka dengan informasi dan pengetahuan yang tepat. Maka dari itu, Kerajaan Inggris pun dengan senang hati mendukung program ini dan mendukung Indonesia dalam menangani pandemi COVID-19,” jelas John.

Jadi, dengan semua keunggulan dan keistimewaan Tanggapcovid.id, tunggu apalagi? Segera kunjungi dan login ke www.tanggapcovid.id untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang akurat dan terpercaya terkait COVID-19. Jangan lupa untuk selalu ingat pesan ibu dan menerapkan perilaku 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, dan Menjaga Jarak).
Informasi lebih lanjut:

Saniya Niska

Project Manajer HBCC SNV Indonesia Email: sniska@snv.org

HP: 08562114775

 

Editor : SUT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here