Sudakara ArtSpace Sanur Hadirkan Pameran NiWay, Sajikan Karya Figuratif-Abstrak Bertema Unconditional Love

0
358

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Sudakara ArtSpace di Sudamala Resort Sanur menghadirkan pameran tunggal bertajuk “Unconditional Love” karya seniman Bali, NiWay. Pameran yang berlangsung mulai 3 Juli hingga 31 Agustus 2026 ini terbuka bagi tamu resort maupun masyarakat umum.

Pameran tersebut menjadi salah satu karya paling personal dalam perjalanan kreatif NiWay. Melalui rangkaian lukisan figuratif-abstrak, ia mengajak pengunjung menyelami makna cinta, keyakinan, kenangan, serta hubungan antarmanusia yang diterjemahkan ke dalam bahasa visual yang jujur dan sarat nilai spiritual.

NiWay mengungkapkan bahwa seluruh karya yang ditampilkan lahir dari rasa syukur atas kasih karunia Tuhan yang menjadi sumber kekuatan dalam kehidupannya. Menurutnya, tema Unconditional Love tidak membawa pesan agama tertentu, melainkan berbicara mengenai kasih tanpa syarat yang ia yakini melalui sosok Yesus Kristus.

“Semua yang saya lakukan hanya karena kasih karunia Tuhan. Saya ingin memberikan yang terbaik sebagai bentuk rasa syukur. Pameran ini bukan membawa agama tertentu, tetapi berbicara tentang kasih tanpa syarat yang saya yakini,” ujar wanita yang memiliki nama lengkap Ni Wayan Sutariyani ini saat pembukaan pameran, Jumat (3/7).

Ia mengaku beberapa karya bertema Yesus Kristus dikerjakan secara khusus dalam waktu tiga hari berturut-turut, terinspirasi dari perjalanan penyaliban hingga kebangkitan Kristus. Inspirasi tersebut kemudian berkembang menjadi refleksi mengenai kasih tanpa syarat yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai unconditional love tidak hanya diwujudkan dalam hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dalam kasih seorang ibu kepada anak, suami kepada istri, sesama manusia, hingga kepedulian terhadap alam dan makhluk hidup.

“Kita semua sebenarnya memiliki kasih tanpa syarat dalam kehidupan sehari-hari, baik kepada keluarga, sesama, maupun alam,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Artha Sosialisasikan Perbup, Pelaku Usaha Tak Patuhi Prokes Didenda Satu Juta

Kurator pameran, Profesor Hartanto, menilai karya NiWay mampu mengeksplorasi berbagai sisi pengalaman manusia melalui komposisi warna yang berani dan simbol-simbol yang kaya makna.

Salah satu karya yang menjadi sorotan adalah “Last Supper 3”, yang menghadirkan kembali simbol universal melalui sudut pandang personal dan kontemplatif.

Menurut Hartanto, pendekatan tersebut mengingatkan pada karya-karya seniman dunia seperti Frida Kahlo dan Georgia O’Keeffe yang menjadikan pengalaman batin sebagai bahasa visual yang universal.

Karya-karya NiWay tidak menuntut pengunjung memiliki latar belakang keyakinan atau pengalaman hidup yang sama. Sebaliknya, ia mengajak setiap orang untuk membuka diri terhadap pengalaman emosional dan spiritual yang disampaikan melalui setiap sapuan warna dan bentuk.

“Melalui warna dan bentuk, saya merayakan cinta, harapan, iman, dan keindahan hubungan antarmanusia. Seni bagi saya adalah praktik spiritual sekaligus ruang dialog, sebuah doa visual yang memungkinkan kita saling terhubung meski tanpa kata-kata,” ujar NiWay.

Sementara itu, pihak Sudamala Resorts, Putu Suasta menegaskan bahwa kehadiran Sudakara ArtSpace merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perkembangan seni rupa Indonesia.

Melalui pameran Unconditional Love, Sudamala Resorts ingin memperkuat ekosistem seni kontemporer Indonesia sekaligus memperkenalkan karya seniman lokal kepada masyarakat internasional.

“Bagi Sudamala Resorts, perjalanan yang bermakna tidak hanya menghadirkan keindahan destinasi dan kenyamanan akomodasi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dengan budaya, manusia, dan kisah-kisah yang hidup di dalamnya. Karena itu, Sudakara ArtSpace terus menjadi wadah dialog antara seniman Indonesia kontemporer dengan perspektif global serta bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama komunitas kreatif lokal,’ pungkas Putu Suasta.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here