Suhu Bumi Bali Telah Naik 1.9 Celsius dalam Waktu 70 Tahun, BALI MENUJU NERAKA IKLIM

0
239

 

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Berdasarkan google data tentang rata-rata suhu di Bali dalam rentang waktu 1950 – 2020, ternyata rata-rata suhu di Bali telah naik 1.9 derajat celsius, telah jauh melampau perkiraan para pakar lingkungan hidup sedunia yang bergabung dalam Badan Lingkungan Hidup PBB.

Kelompok pakar ini, memperkirakan, suhu rata2 bumi akan naik sekitar 1.5 derajat celsius dalam kurun waktu satu sampai dua warsa mendatang. Berdasarkan google data, Bali telah melampauinya, 1.9 derajat celsius di tahun 2020.

Menurut Jro Gde Sudibya, anggota MPR RI Utusan Daerah Bali, 1999 – 2004, ekonom dan pengamat, Jumat 16 Juni 2023, kenaikkan suhu di Bali sangat memprihatinkan.

“Hal ini merupakanWake up call, peringatan keras untuk mengendalikan suhu bumi Bali, melalui sejumlah kebijakan dan langkah langkah strategis,” katanya.

Menurutnya, perlu mengkaji ulang semua proyek yang punya potensi merusak lingkungan, menkonversi lahan pertanian, perkebunan dan kawasan hutan.

Selanjutnya, kata dia hentikan alih fungsi lahan, perusakan hutan dan diikuti oleh reboisasi massif di seluruh kawasan hutan, terutama di kawasan hutan utama: Penulisan, Pengejaran, kawasan hutan Gunung Agung dan Gunung Batu Karu, “jejer kemiri Bukit” yang membentang dari Tejakula – Bantiran, Bukit Mangu – Gunung Batu Karu.

Menurutnya, kebijakan pembangunan EKONOMI HIJAU, pembangunan energi yang ramah lingkungan, EBT (ENERGI BARU TERBARUKAN) menjadi tuntutan kebutuhan yang sangat mendesak. “MARI KITA BERSAMA, SELAMATKAN LINGKUNGAN ALAM BALI, SKALA – NISKALA.”

Dikatakan, menyimak fakta suhu bumi Bali telah naik 1.9 persen selama kurun waktu 70 tahun, sedangkan menurut para pakar lingkungan se dunia di Badan Lingkungan Hidup PBB, prediksi kenaikan 1.5 derajat celsius di tingkat global baru akan terjadi satu sampai dua dasa warsa mendatang.

Baca Juga :  Menkes: Vaksinasi untuk Lindungi Keluarga, Tetangga, Rakyat, dan Peradaban Umat Manusia

Lebih lanjut dikatakan, Bali telah melampaui kenaikan suhu di tahun 2020. Para pakar lingkungan hidup tersebut berpendapat, kenaikan suhu secara global sebesar 1.5 derajat celsius, akan membuat masyarakat dunia sulit melakukan adaptasi akibat krisis iklim.

Permukaan air laut naik dan terjadi Rob di mana-mana, bahkan sejumlah pulau di lautan Pasifik diperkirakan akan tenggelam. Produktivitas pertanian terutama tanaman pangan akan turun yang berakibat kelangkaan pangan dan bahaya kelaparan di banyak belahan dunia. Menaiknya bencana hidrologi dan juga kebakaran hutan skala luas.

Sekjen PBB Antonio Guterres dalam sambutannya dalam konferensi perubahan iklim sedunia di Mesir,awal November 2022, mengingatkan krisis iklim telah memasuki jalan tol menuju NERAKA IKLIM.

Menurut Jro Gde Sudibya, Bali punya potensi besar memasuki NERAKA IKLIM, karena suhu bumi Bali telah naik 1.9 derajat celsius, melampaui target global 1.5 derajat celsius, yang diperkirakan baru terjadi satu sampai dua dasa warsa mendatang.

“Naik tinggi suhu bumi Bali ini, dapat mengingatlan Kita akan peringatan pakar lingkungan di awal tahun 1990’an yang memperkirakan tahun 2050 Kuta dan sekitarnya akan tenggelam. Dalam prahara lingkungan seperti ini, siapa yang punya kapasitas memimpin Bali ke depan? Pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab,” katanya.

Dikatakan, dengan suhu bumi Bali yang meningkat begitu cepat, lebih cepat dari rata-rata pemanasan global, ini berarti wacana kebijakan yang merujuk TRI HITA KARANA, PEMBANGUNAN BERBASIS BUDAYA, VISI SAT KERTHI LOKA BALI, hanya sebatas wacana, lips service, tetapi faktanya prahara lingkungan telah menghadang. (Adi Putra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here