Ilustrasi- Nomor Induk Keluarga
Balinetizen.com, Jembrana
Salah seorang warga, I Ketut S (50) dari Jalan Gajah Mada, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana kesulitan untuk mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Keluarga ini dalam satu Kartu Keluarga (KK) terdiri dari empat anggota keluarga. Mereka semuanya sudah terdaftar sebagai peserta JKN.
Belakangan diketahui ternyata Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya terdaftar sebagai peserta JKN atas nama orang lain, termasuk NIK milik istrinya Ni Made D (40).
Dari penelusuran, dua NIK tersebut (Ketut S dan istrinya) terdaftar sebagai peserta KIS atas nama orang lain. Anehnya kedua nama itu terdaftar di KK atas nama dan alamat yang berbeda.
NIK milik Ketut S terdaftar sebagai atas nama I Nengah S (47) dari Jalan Merak, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Sementara NIK istrinya, Ni Made D terdaftar atas nama NL (26) dengan alamat Banjar Melaya Pantai, Desa Melaya, Kecamatan Melaya.
Terkait permasalahan itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jembrana, I Ketut Wiaspada mengatakan data yang tercantum didalam KK sudah benar dan sudah terintegrasi secara nasional. Untuk itu disarankan untuk mengecek ke Dinas Sosial. “Data di kami sudah benar dan sudah sesuai dengan database kependudukan di pusat” ujarnya.
Sementara itu, Selasa (24/9) siang saat akan konfirmasi ke Dinas Sosial Jembrana, Kadis Sosial Jembrana, I Made Dwipayana ternyata tidak ada karena sedang mengikuti rapat di Bappeda.
Pada sore hari melalui Humas Pemkab Jembrana, Kadis Sosial, I Made Dwipayana membenarkan bahwa hingga saat ini masih banyak ditemukan kasus peserta JKN dengan data ganda. Ini terjadi karena pada saat pendataan awal dilakukan dengan manual, tidak memakai e-KTP.
Pihaknya pada bulan September sudah mengurangi data kepemilikan ganda sebanyak 4.420 orang peserta. Dimana dari angka tersebut, 500 orang lainnya diketahui sudah meninggal dan mutasi.
“Sejak saya menjabat Direktur RSU Negara masalah seperti ini sudah terjadi” imbuhnya.
Terkait permasalahan ini ia akan segera berkoordinasi dengan pihak BPJS sehingga bisa secepatnya diperbaiki dan semua bisa memiliki KIS. Sehingga tidak menimbulkan masalah saat diperlukan untuk berobat.
Dirinya bersama tim Dinsos tetap berupaya secara maksimal melakukan penyisiran. Ia juga berterimakasih atas informasi yang disampaikan masyarakat terkait permasalahan data JKN di Jembrana. (Komang Tole)

