Tak Hanya Warga Badung, Orang Denpasar Juga Buru Penukaran Uang di Pasar Kampial

0
159

 

Balinetizen.com, Badung

Sejumlah warga di Kampial, Nusa Dua, Badung antusias menukarkan uang mereka untuk dipakai di hari raya Idul Fitri 1444 H mendatang.

Pantauan di pasar adat Kampial, Rabu (12/4/2023) Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, tempat penukaran uang kas keliling Bank Indonesia (BI) tidak hanya dipadati oleh warga asli Kampial melainkan warga dari Denpasar juga sengaja datang ke Pasar adat Kampial untuk menukarkan uang mereka.

Seperti wanita bernama Vivi Nur Imama (29) yang berasal dari Denpasar, ia sengaja datang ke Pasar Kampial karena saat mendaftar secara online jauh – jauh hari mendapat lokasi penukaran uang di Pasar Kampial, Nusa Dua.

Ia mengaku mendapat informasi dari website. Sebelumnya ia mengaku takut tidak kebagian hingga daftar online jauh-jauh hari.

“Minggu lalu daftar online dapatnya disini dari BI-nya. Ini saya nukar Rp3,8 juta dapat lengkap pecahan 1000, 2000, 5000, 10.000 dan 20.000,” kata wanita yang hendak menggunakan uang hasil penukaran untuk angpau lebaran di kampung asalnya Banyuwangi, ditemui di Pasar Kampial, Rabu (12/4/2023).

Rengganis (32) wanita asli Bandung yang juga tinggal di Pemogan, Denpasar ini mengaku sejak pukul 09.30 wita menunggu kehadiran mobil kas keliling BI.

Ia sendiri mengaku mendapat informasi penukaran dari sosial media Instagram (IG). “Seminggu yang lalu saya daftar itu dari tanggal 7 pukul 02.30 wita dinihari. Kesiangan sedikit sudah sold out,” tukasnya di lokasi.

Karena ada pembatasan/kuota penukar hanya 200 orang, katanya.

“Iya dapatnya di Kampial, ini tapi gak apalah untungnya cepat tadi tukar Rp 1,7 juta dapat pecahan 2000, 5000 dan 10.000,” katanya.

Uang tersebut hendak ia gunakan untuk angpau di kampung asalnya di Kota Bandung.

Baca Juga :  Serahkan BKK serta Bantuan Babi Untuk Desa Adat se- Jembrana

“Untungnya cepat mudah sih disini gak terlalu ramai kemarin di Pemogan ramai banget gak kebagian jadi ke sini. Senang bisa dapat uang,” tandasnya.

Lain halnya dengan wanita bernama Ana Sofi (25) asal Kampial, ia kecewa lantaran saat tiba di lokasi tidak kebagian kartu antrian.

“Kecewa lah, saya pikir masih bisa dapat ternyata baru pukul 11.00 sudah habis,” keluhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here