Tambah 2 Korban Tewas Akibat Ledakan Gudang LPG Cargo

0
188

 

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan di gudang gas LPG yang berlokasi di Jalan Cargo Taman I No. 89, Banjar Uma Sari, Desa Ubung Kaja, Denpasar, terus bertambah. Hingga Jumat sore, 14 Juni 2024, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai total 12 orang, meningkat dari sebelumnya 9 orang.

“Benar, ada dua tambahan pasien terbaru yang meninggal dunia yang kami rawat di ruang Luka Bakar ICU-ICCU RS Ngoerah Denpasa hari ini,” ujar Kabag Humas RS Prof Ngoerah, Dewa Kresna, Jumat 14 Juni 2024.

Korban kesembilan meninggal dunia adalah M. Umar Efendi (33), pasien rujukan dari RS Surya Husada, yang meninggal dunia pada Jumat 14 Juni 2024 pukul 10.45 WITA. Pasien kesepuluh, Yolla Aldy Zoellyanto (25) asal Banyuwangi, meninggal pada pukul 14.55 WITA di hari yang sama. Sebelumnya, Eko Budi Santoso (37) telah meninggal dunia pada dini hari Jumat, 14 Juni 2024, pukul 05.40 WITA.

Total, ada tiga pasien yang meninggal dunia pada Jumat, 14 Juni 2024, di Unit Luka Bakar ICU-ICCU RS Ngoerah Denpasar. Selain itu, seorang pasien atas nama Katiran meninggal dunia pada 12 Juni 2024 pukul 06.15 WITA di RS Wangaya.

“Total pasien yang diterima RS Prof Ngoerah ada 17 orang. Saat ini, 7 pasien menggunakan ventilator,” tambah Dewa Kresna.

Direktur Medik dan Keperawatan RS Prof Ngoerah, dr. Affan Priyambodo Permana Sp BS (K), sebelumnya menjelaskan bahwa kejadian ini termasuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB) karena jumlah korban yang cukup banyak.

RS Prof Ngoerah menerima 17 pasien luka bakar dari berbagai rujukan, termasuk 7 pasien dari RSUD Mangusada, 3 dari RS Surya Husada, dan 2 dari RS Balimed. Meskipun kapasitas perawatan luka bakar di RS Prof Ngoerah hanya 15 tempat tidur, pihak rumah sakit memastikan perawatan optimal bagi seluruh pasien.

Baca Juga :  Tingkatkan Keamanan Desa, Aparat Keamanan Desa Pemogan Laksanakan Patroli Di Jalan Taman Pancing

Dr. I Putu Kuniyanta Sp An.KAP, Kepala Instalasi Rawat Intensif, menambahkan bahwa kondisi pasien dengan luka bakar di atas 60% sangat kritis dan memerlukan pemantauan intensif serta alat bantu pernapasan. Penanganan lanjutan pada pasien melibatkan resusitasi dan penanganan kegawatan, termasuk pemberian cairan dan kebutuhan dasar manusia, serta penanganan penyakit seperti infeksi.

“Karena adanya trauma inhalasi atau trauma jalan napas, semua pasien menggunakan alat bantu napas. Satu pasien yang tidak mengalami trauma jalan napas dilakukan inkubasi karena menjalani tindakan di kamar operasi,” jelas dr. Affan.

Ledakan di gudang eceran gas elpiji milik CV. Bintang Bagus Perkasa terjadi pada Minggu, 9 Juni 2024, sekitar pukul 06.10 WITA. Ledakan ini menyebabkan kebakaran hebat dan sejumlah korban mengalami luka bakar berat. Seluruh korban dilarikan ke RS Prof Ngoerah.

Peristiwa tragis ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dan keamanan dalam penanganan bahan mudah terbakar seperti LPG. Semoga para korban yang masih dirawat dapat segera pulih, dan peristiwa serupa tidak terulang kembali.(Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here