Tingkatkan Kualitas Buah Lokal, Unud Gelar Seminar Nasional ‘Pengembangan Agribisnis 2019’

0
340

Tingkatkan Kualitas Buah Lokal, Unud Gelar Seminar Nasional ‘Pengembangan Agribisnis 2019’

Balinetizen.com,Denpasar

Sejatinya antara pertanian dan pariwisata harus saling mendukung dalam memajukan Bali karena disitulah letak kekuatan potensi Bali yang sebenarnya, dengan adanya perpaduan sinergi tersebut maka seyogyanya dikhotomi antar keduanya saat ini sudah tidak populer lagi, bahkan seharusnya kini dihapus kesan bahwa pariwisata itu rakus lahan dan pertanian hidupnya hanya dari pariwisata. Hal tersebut dikemukakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unud Prof. Dr. Ir. IN Gde Antara, M.Eng. saat Seminar Nasional “Pengembangan Agribisnis 2019” di Kampus Unud Sudirman, Kamis (28/11/2019).

“Pariwisata Bali takkan banyak artinya tanpa pertanian dan sebaliknya pertanian juga sangat memerlukan pariwisata. Oleh karenanya pariwisata Bali berlandaskan pertanian. Kini tinggal dijaga sektor pertaniannya baik lahan, produksinya termasuk teknologinya,” terang Antara.

Menurutnya, pertanian ke depan juga mesti mengarah pada industri sehingga bisa meningkatkan ekspor. Bali memiliki buah manggis, coklat, kopi dan produk lainnya yang bisa diekspor. Jadi perlu ada sinergi dengan dunia industri.

“Bali termasuk Indonesia diuntungkan karena berada di daerah tropis yang sangat potensial menghasilkan buah sepanjang tahun. Karena itu kondisi ini harus bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pengembangan produk-produk pertanian tropis,” tegasnya.

Pihaknya mengamati bahwa upaya mengangkat buah lokal melalui Pergub Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal sangatlah penting bagi Bali. Namun diingatkan harus dibarengi pula dengan terobosan-terobosan sehingga ada implementasinya. “Disinilah tugas akademisi untuk bisa menindaklanjutinya,” tegas Wakil Rektor.

Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Pertanian Unud Dr. I Nyoman Gede Ustriyana mengatakan tantangan di sektor pertanian adalah belum terjaminnya produk secara berkesinambungan, juga masalah mutu serta alih fungsi lahan.

Baca Juga :  Sang Ideolog Surya Paloh : Pancasila Hidup Matinya NKRI

Sebab alih fungsi lahan ini kalau tak diawasi ketat akan berdampak pada produksi di sektor pertanian. Soal buah impor yang membanjiri pasar, menurutnya juga sangat tergantung pada kebijakan. Namun menurutnya, sepanjang kualitas produk lokal bisa terus ditingkatkan, maka akan diterima pasar termasuk ekspor. (hd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here