Balinetizen.com, Gianyar-
Brand wellness asal Bali, Utama Spice, mengajak sejumlah tamu dan media mengunjungi pabrik baru mereka di Babakan, Gianyar, Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk tur pabrik ini bertujuan memperkenalkan proses produksi, standar higienitas, serta teknologi yang digunakan dalam pembuatan berbagai produk perawatan alami.
Dalam tur tersebut, pengunjung diajak melihat langsung tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan produk. Fasilitas produksi yang baru ini juga dilengkapi teknologi modern untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan.

Director Utama Spice, Ria Templer, mengatakan perusahaan terus berinvestasi dalam teknologi produksi agar kualitas produk tetap terjaga sekaligus mampu memenuhi permintaan pasar. “Seperti yang bisa dilihat, teknologi produksi kami sekarang cukup modern. Kami memang berinvestasi untuk menjaga kualitas produksi,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Ria, Utama Spice saat ini memproduksi sekitar 200 varian produk, mulai dari dupa, essential oil, hingga serum perawatan wajah. “Kami memproduksi berbagai produk perawatan kulit alami dan aromaterapi. Totalnya ada sekitar 200 produk,” jelasnya.
Produk-produk tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan Singapura. “Kita harus bangga dengan produk lokal. Produk kami bisa sampai ke pasar luar negeri dan cukup diminati, terutama di Jepang,” katanya.
Selain fokus pada kualitas produk, Utama Spice juga menekankan pentingnya pemberdayaan komunitas lokal dalam rantai produksi. Perusahaan berupaya memperoleh bahan baku langsung dari petani lokal. “Produk kami fokus pada kualitas sekaligus mengangkat komunitas. Kami mencari bahan baku langsung dari petani lokal sehingga bisa memberi dampak positif bagi mereka,” ujar Ria.
Utama Spice sendiri telah berdiri lebih dari 30 tahun. Brand ini berawal dari kisah sederhana ketika ibu Ria membuat ramuan alami untuk merawat kulit dan rambut anak-anaknya di rumah. “Awalnya ibu saya membuat produk alami untuk anak-anaknya sendiri. Lama-lama orang datang ke rumah untuk meminta ramuan untuk kulit atau rambutnya, dan dari situ berkembang secara organik,” jelasnya.
Pabrik baru yang mulai beroperasi sejak Desember 2025 tersebut kini mempekerjakan sekitar 84 tenaga kerja lokal. Selain dijual langsung kepada konsumen melalui ritel, beberapa produk Utama Spice juga digunakan oleh sejumlah hotel di Bali, seperti Four Seasons dan Banyan Tree. Dalam sehari, kapasitas produksi pabrik dapat mencapai hingga 10.000 liter, tergantung kebutuhan pasar.
Ria menambahkan, komitmen perusahaan tidak hanya pada kualitas produk, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Karena itu, Utama Spice berupaya menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan diperoleh secara bertanggung jawab. “Kami berani membeli bahan baku yang lebih mahal selama itu bisa mendukung komunitas dan tidak merusak lingkungan,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, Utama Spice berharap dapat terus menghadirkan produk perawatan alami yang tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan semangat tersebut, brand lokal asal Bali ini optimistis dapat terus berkembang sekaligus membawa produk herbal Bali ke pasar dunia.
Radha-MB

